Begini Kronologis Kasus Berdarah di Sape

Kabupaten Bima, Kahaba.- Peristiwa berdarah Senin (23/1) sekitar pukul 10.0 Wita, di So Sampa Watasan Kaleo, menyebabkan 2 orang meningal dunia, dan 2 lainnya terluka.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP. Afrizal SIK. Foto: OmpuAfrizal

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP Afrizal Sik menyebutkan korban yang meninggal yakni Arief Rahman (16) pelajar, RT 15 RW 08 Dusun Dea Desa Naru Barat Kecamatan Sape, mengalami luka pada bagian punggung. Sedangkan Akbar, warga RT 12 RW 06 Dusun Rai Oi Kecamatan Sape mengalami luka dibeberapa bagian tubuh.

Sementara yang terluka yakni Yono (35) asal Dusun Dea Desa Naru Barat, luka pada bagian paha dan Irwan Alias Kera (30) warga yang sama mengalami luka bacok pada bagian paha kanan.

“Kasus itu menyebabkan 2 orang tewas dan 2 orang lainya terluka,” katanya di kantor, Rabu (25/1)

Kronologisnya cerita Afrizal, awal kejadian disebabkan sengketa tanah warisan. Dimana tanah itu, dimenangkan oleh H. A. Hamid Dusun Naru Barat pada tahun 2013 oleh Pengadilan Negeri Bima dan untuk pihak dari Ruslan Desa Sangia, ingin meminta bagian tanah tersebut. Namun, dari pihak H. A Hamid, tidak menerima karena dari pihak Ruslan sudah mendapatkan bagian tanah tersebut.

Kemudian, sekitar pukul 08.00 Wita pihak dari H. A. Hamid membajak dan merusak tanaman padi yang telah  ditanami oleh Ruslan, karena pihak H. A. Hamid merasa tanah tersebut milik mereka. Tidak lama kemudian, datanglah dari pihak Ruslan  membacok Arif Arif Rahman dan mengalami luka bagian pungung, sebelah kiri.

“Korban saat itu sedang membajak lahan yang dijadikan obyek,” ujarnya.

Melihat korban sudah rebah diobyek tersebut sambungnya, pihak dari H. A. Hamid langsung masuk menyerang beberapa orang yang ada dalam  obyek tersebut sehinga jatuh korban, Akbar mengalami luka pada jidat, pergelangan tangan bagian kiri luka. Korban diindikasikan kena senjata tajam.

Kedua korban, katanya, sudah dibawa langsung oleh pihak keluarganya kerumah duka dengan menggunakan ambulance Puskesmas Sape.

“Untuk sementara situasi masih aman dan kondusif,” tuturnya.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *