Soal Pariwisata, Netizen Tulis Surat Terbuka Untuk Bupati Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Perkembangan informasi di Media Sosial (Medsos) kini begitu cepat dan bisa diketahui dalam sekejap. Medsos pun tak lagi hanya sekedar sarana cuap-cuap semata, tetapi bisa menjadi ruang aspirasi dan ‘mimbar’ bebas untuk mencurahkan ide, gagasan dan konsep.

Screenshoot Surat Terbuka Rismunandar Iskandar.

Seperti dilakukan salah satu netizen dengan nama akun ‘Rismunandar Iskandar ’. Netizen yang diketahui dari informasi akunnya ini merupakan mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Pengelolaan SDA dan Lingkungan Hidup di Institut Pertanian Bogor (IPB) menulis surat terbuka untuk Bupati Bima di dinding Facebook-nya.

Dalam tulisannya, secara umum Rismunandar Iskandar memberikan masukan kepada Bupati Bima bagaimana seharusnya mengelola sektor pariwisata di Kabupaten Bima. Surat terbuka Rismundar Iskandar telah disukai 60 orang dan dikomentari 14 kali setelah 7 jam diposting. Berikut isi lengkapnya surat terbuka tulisan Rismunandar Iskandar ;

“Tulisan ini saya khususkan untuk Bupati Bima. Karena saya hanya rakyat biasa yang TIDAK MUNGKIN bertemu langsung apalagi mendiskusikan hal seperti ini, hanya lewat media seperti ini saya ingin sampaikan.

Yth. Ibu Bupati Bima

Saya ingin mengabarkan ke ibu bupati, kalau prospek wisata masa depan itu bukan lagi di taman bermain yang menghadirkan atraksi wisata tetapi lebih ke wisata alam.  Ibu Bupati harus sadar, di Bima untuk potensi dan daya tarik wisata alam sangat besar.

Model perencanaannya pun harus serius dan ramah lingkungan.  Oh iya Ibu Bupati, saya mengingatkan bahwa Gunung Tambora yang 80% lahannya ada di wilayah administrasi Kab Bima itu sejak 2015 sudah menjadi Taman Nasional loh. Jadi, Tambora kedepannya bukan lagi menjadi tempat mutasi para aparatur yang nggak tertib sama ibu saja. Akan tetapi daerah ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi untuk Kab Bima kedepannya. Saya berani bertaruh itu.

Ibu Bupati, kelemahan Taman Nasional Gunung Tambora ini hanya ada di aksesibilitas. Jika ini diperbaiki, di tambah dengan gencarnya promosi wisata alam Gunung Tambora, saya sangat yakin apa yang diinginkan oleh Ibu akan terwujud. Saya kasihan dengan masyarakat di lereng tambora yang untuk signal telepon saja mereka nggak ada. Listrik pun begitu. Gimana mau maju jika hal yang mendasar seperti ini saja nggak di perhatikan.

Oh iya Ibu, satu hal yang perlu saya kasih tau adalah mendidik masyarakat di sekitar area wisata sangat penting sekali. Jangan sampai terjadi konflik perebutan lahan dan masyarakat di area tersebut malah menjadi preman dan tukang palak ke pengunjung. Kan repot.

Untuk perencanaan, saya lihat di Bappeda Kab Bima sudah memulai untuk mengidentifikasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam yang ada di Kab Bima walaupun menurut saya sangat terlambat dan sekarang malah stagnan prosesnya. Entah faktor kekurangan dana atau apa saya nggak paham. Saya saja, tanpa sponsor dari manapun masih bisa keliling ke Tambora hanya untuk mencari Obyek wisata lain yang akan di kembangkan. Semoga niatan baik lebih diutamakan daripada profit oriented.

Ibu Bupati, saya sangat bangga menjadi putra daerah ini jika arah pembangunan kedepan yang ramah lingkungan dan ramah anak. Konsep green city, mungkin bisa kita saling diskusikan. Jangan seperti pembangunan di wilayah tetangga (Kota Bima) yang semuanya melanggar aturan sehingga tidak heran jika musibah terjadi. Laut di timbun, gunung di gunduli. Jika sudah seperti itu mau apalagi?

Semoga ibu Bupati membaca ini. Tulisan ini lengkapnya sudah saya kirim via Pos Indonesia untuk di baca oleh ibu.

Hormat saya, Rismunandar”

Beberapa tanggapan positif disampaikan netizen lain setelah membaca surat terbuka ini, diantaranya akun M Nur Hicman yang berkomentar “Supel… n gagasan mantap, tinggal pertanyaan’y ada tidak kemauan pemerintah yg berkuasa skrng mau dengan serius mengembangkan prospek yg ada, sebab sudah bukan rahasia lagi orientasi pembangunan hanya pada “basis ku”.

Kemudian akun Malika Shalihatunnisa : “Nanda, inilah cara yg baik untuk menyampaikan suatu maksud kepada seseorang, tidak mesti dgn urat ataupun otot tegang, karena dengan bahasa yang santun orang pun akan senang menanggapinya, good job n good luck” dan Damrah Bimasal : “Gagasan cemerlang mudah2an bupatinya tdk melihat seorg Ris yg menulis tapi melihat kontennya”.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *