Bupati Bima: Silahkan Kami Dikritik, Tapi Harus Santun

Kabupaten Bima, Kahaba.- Menurut Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, menjalankan roda pemerintahan juga mengharapkan masukan dan kritik dari siapapun. Hanya saja, cara menyampaikannya juga harus dengan cara yang baik. (Baca. Dihina di Medsos, Bupati Bima Lapor Polisi)

Bupati Bima, Hj Indah Damayanti Putri saat menyampaikan sambutan pada acara syukuran. Foto: Deno

Sebagai kepala daerah, dirinya juga akan menerima masukan dan kritik tersebut untuk perbaikan pengelolaan roda pemerintahan dan kebijakan. Karena tujuannya, semata – mata untuk kebaikan bersama.

“Silahkan dikritik, kita malah mengharapkan itu. Tapi juga caranya harus mengedepankan kesantunan,” ujarnya saat mendatangi Polres Bima untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) soal dugaan pencemaran nama baiknya di Media Sosial (Medsos) Facebook, Rabu (25/1).

Tapi Bupati Bima juga menegaskan, jika cara menyampaikan masukan dan kritik sudah diluar jalur, maka pihaknya juga bisa mengambil sikap. Karena jika terus dibiarkan, maka akan menjadi contoh bagi yang lain. (Baca. Bupati Tandatangan BAP Kasus Pencemaran Nama Baik di Medsos)

“Kritik dengan cara yang salah apalagi mencemarkan nama baik orang juga perlu diingkatkan. Biar tidak semakin menjadi – jadi,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, isteri mendiang Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain itu juga mengaku, dirinya telah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Bima soal kasus dimaksud.

“Setelah pengacara saya melapor, saya dimintai keterangan hampir satu jam,” katanya.

Ia juag menyebutkan, yang dilaporkan ke polisi soal kasus pencemaran nama baiknya itu ada dua orang yang memiliki akun Facebook asli.

“Akunnya bukan palsu, tapi akun asli. Saya belum bisa menyebutkan nama pemilik akun itu. Biar polisi yang akan menyampaikannya,” kata Hj. Dinda.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *