Potensi Badai Tropis Terlihat, Warga Diminta Waspada

Kabupaten Bima, Kahaba.- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bima kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi munculnya badai tropis. Hal ini disebabkan karena tekanan udara di selatan laut Bali-Nusa Tenggara cenderung mengalami penurunan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bima, Daryatno. Foto: Dok. BMKG Bima

Kepala BMKG Bima, Daryatno menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan dari citra satelit, sejak kemarin bibit badai tropis mulai tumbuh. Tepatnya di pesisir barat Australia bagian utara (1001 hPa).

Konvergensi terdapat di wilayah samudra Hindia Selatan Bengkulu memanjang hingga selatan Yogyakarta, Selat Makassar, Sulawesi Selatan, Teluk Bone, Sulawesi Tenggara, Laut Arafura dan Papua.

Sementara belokan angin terdapat di wilayah Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara dan Papua Barat.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya sehingga menyebabkan hujan lebat, bahkan disertai angin dan petir. Wilayah NTB, termasuk daerah yang diprediksi terkena dampak belokan angin tersebut.

Daryatno menjelaskan, kalau tekanan udara sudah di bawah 1000 mb dan cenderung  turun, maka akan memicu tumbuhnya badai tropis. Tapi kalau tekanannya terus naik, maka badai tropis tidak akan tumbuh.

“Karena prinsip angin itu dia akan mencari tekanan rendah. Semakin rendah tekanan itu, maka akan semakin kencang pula angin yang bergerak. Saat ini saja bergerak dinamis dalam waktu cepat dan memutar terus,” jelas dia.

Untuk itu, Daryatno meminta masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Karena tekanan udara rendah di selatan laaut Bali-Nusa Tenggara akan menyebabkan curah hujan tinggi.

“Ancaman lain yang perlu diwaspadai, yakni angin kencang dan tanah longsor. Potensi banjir juga tetap ada bila curah hujan tinggi,” ingatnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *