Pekerjaan Drainase Terhenti Karena Menunggu Material

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU dan Pertambangan Kota Bima, Didi Fahdiansyah mengakui jika beberapa lokasi penggalian drainase disejumlah jalan Provinsi di Kota Bima terhenti. Penyebabnya, pekerjaan itu belum bisa dilanjutkan karena menunggu kedatangan material.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU dan Pertambangan Kota Bima, Didi Fahdiansyah. Foto: Bin

Didi menjelaskan, beberapa ruas jalan yang sudah selesai dikerjakan memang untuk sementara belum bisa dilanjutkan, karena hingga saat ini masih menunggu material. Jika material tersebut sudah tiba, maka pekerjaan segera dilanjutkan.

“Pekerjaan di jalan Gajah Mada dan Gatot Soebroto tinggal dilanjutkan setelah menunggu kedatangan material,” ujarnya.

Sementara untuk pekerjaan di ruas jalan lain yang sudah mulai digali diakuinya, untuk sementara harus dialihkan ke Masjid Agung Al Muwahiddin untuk kegiatan Tabligh Akbar.

“Bukan dihentikan, tapi dialihkan untuk sementara. Karena adanya kegiatan Tabligh Akbar di Masjid Agung, jadi urus dulu yang disana, agar memudahkan akses masuk warga,” katanya.

Menurut Didi, pekerjaan galian drainase itu merupakan pekerjaan tanggap darurat yang harus cepat diselasaikan, guna mengantisipasi terjadinya banjir susulan. Maka diminta kepada warga untuk bersabar.

Menjawab saran warga agar di tiap drainase dibuatkan pintu air, Didi mengaku berterimakasih atas saran tersebut dan akan menyampaikannya kepada pelaksana proyek untuk bisa ditindaklanjuti.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Pumuda Bima Dr

    Bapak/ibu pemegang kewenangan drainase yg terhormat,
    Kalau memang materialnya blm ada kenapa semua sdh di gali sehingga menyebabkan debu yg tentunya berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Belum lagi dgn parit yg terbuka dapat menyebabkan kecelakaan. Akses keluar masuk masyarakat dari rumah dan saat beraktifitas jadi terganggu.
    Kami masyarakat bukan anti pembangunan, tapi jgn juga mengahambat kami dalam waktu lama yg tidak jelas. Kami butuh makan bapak/ibu pemegang kewenangan….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *