Trauma Healing Siswa, TK Kusuma Bangsa Gelar Lomba Melukis

Kota Bima, Kahaba.- TK Kusuma Bangsa menggelar kegiatan lomba melukis tingkat TK, di aula SMKN 3 Kota Bima, Senin (30/1). Kegiatan dengan tema “Bangkit Kota Bima Ku” itu diikuti 92 orang anak dari sejumlah TK di Kota Bima.

Lomba Melukis yang digelar TK Kusuma Bangsa. Foto: Eric

Kepala TK Kusuma Bangsa, Retno Utami mengatakan, kegiatan untuk merangsang sistem motorik anak itu merupakan bagian dari trauma healing pasca banjir yang menerjang Kota Bima beberapa waktu lalu. Khususnya unutk siswa setingkat TK, kegiatan itu guna menyalurkan kreasi dan mengasah kreatifitas. Sehingga bisa melupakan musibah tersebut.

Menurut Retno, kegiatan yang dihelat itu sebagai wujud kepeduliannya terhadap siswa yang terdampak banjir. Agar trauma yang pernah dialami tidak diingat kembali. Sehingga siswa bisa memulai kehidupan baru dengan mengekspresikan diri melalui lukisan.

“Saat ini yang kami lihat, masih banyak siswa yang menjadi korban banjir memiliki rasa takut ketika mendung tiba. Bahkan ketika hujan lebat turun, sebagian besar berkemas dan mengevakuasi diri,” ujarnya.

Untuk menghapus memori tersebut sambungnya, perlu adanya pemulihan baik secara materi maupun psikologis. Tentunya membutuhkan peran semua pihak, baik dari pemerintah daerah, tenaga pendidik hingga orang tua siswa. Untuk memberikan dukungan moril, materil dan psikologis dalam membangun kembali mental masyarakat, terlebih khusus bagi siswa.

“Banjir bandang yang melanda akhir tahun lalu, adalah ujian bagi kita semua. Maka sudah saatnya kita tidak terus sedih dan larut. Mari kita bangkit bersama mewujudkan Kota Bima yang tangguh dan kuat,” ajaknya.

Sementara itu pemerhati anak (Children Care) Jakarta Pujianto menuturkan, penyelenggaraan kegiatan melukis merupakan bentuk peduli kasih dan cinta terhadap sesama yang tertimpa musibah. Apalagi saat memantau dampak banjir, tampak kerusakan berbagai fasilitas cukup besar, terlebih kondisi psikologis siswa yang harus diberi motivasi dan dorongan semangat.

“Setelah mengetahui kejadian banjir bandang, kami dari children care bersama donatur lain langsung bergerak mengumpulkan dana untuk membantu masyarakat Bima,” tandasnya.

Ditambahkan Puji, karena Chidren Care bergerak dalam bidang dunia anak-anak. Berkoordinasi dengan pihak daerah, akhirnya sepakat menggelar lomba melukis. Agar siswa mampu mengekspresikan dunia kecilnya, melalui ketrampilan dan imajinasi yang dimiliki.

“Melalui lukisan, siswa mampu mengasah kemampuan dan ketrampilan. Agar mereka segera melupakan apa yang menimpa mereka akhir tahun lalu. Kemudian kembali belajar, dalam menggapai cita-cita yang dimiliki,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *