Rakerda LPTQ Kota Bima Dimulai

Kota Bima, Kahaba.- Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bima menggelar Rapat Kerja Daerah Tahun 2017 di aula SMAN 1 Kota Bima, Selasa (31/01). Acara tersebut dihadiri Ketua Harian LPTQ Kota Bima TGH H. Ramli Ahmad, beserta jajaran pengurus lainnya.

Rakerda LPTQ Kota Bima. Foto: Hum

Rakerda dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Sosial Sekda Kota Bima M. Farid. Hadir para pimpinan SKPD Lingkup Pemerintah Kota Bima.

Dalam laporan Ketua LPTQ Kota Bima yang disampaikan oleh H. A. Wahid, dikatakan bahwa tujuan utama pelaksanaan Rakerda yakni untuk menghasilkan program-program kerja LPTQ kedepan sebagai landasan penguatan organisasi, baik pembinaan Al-Qur’an maupun pembinaan umat.

Tema pelaksanaan Rakerda LPTQ Tahun 2017 adalah “Melalui Rakerda LPTQ Tingkat Kota Bima Tahun 2017 Kita Gemar Membaca, Memahami dan Mengamalkan Isi Kandungan Al-Qur’an”.

Peserta Rakerda terdiri atas Kepala Kantor Kemenag Kota Bima, Kabag Kesra Kota Bima, Kasi Binmas Kemenag Kota Bima, Pengurus Harian LPTQ Kota Bima, Ketua dan Sekretaris Bidang LPTQ Kota Bima, Ketua LPTQ Kecamatan se-Kota Bima, Kepala KUA Kecamatan se-Kota Bima serta Camat dan Lurah se-Kota Bima.

M. Farid menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Bima, khususnya para alim ulama yang bisa menjadi penyejuk masyarakat ketika daerah kita diuji dengan kejadian banjir bandang pada bulan Desember 2016 lalu.

“Tahun ini kita harus mulai dengan semangat baru, semangat untuk membangun kembali daerah yang sama-sama kita cintai ini serta semangat untuk meningkatkan kinerja dan menyempurnakan program kerja LPTQ agar tetap bisa meraih prestasi terbaik di NTB,” katanya melalui siaran pers yang disampaikan Plt. Kabag Humas dan Protokol, Syahrial Nuryaddin.

Diingatkannya bahwa hal yang utama adalah semangat pembinaan untuk membangun akhlak Qurani dan ketakwaan kolektif masyarakat. Sesuai peran LPTQ sebagai lembaga yang bertugas dalam hal pembinaan, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, salah satunya yaitu konflik horisontal yang terjadi dalam masyarakat. Potensi konflik dan perpecahan akan semakin terasa pada saat menjelang Pemilukada serentak tahun 2018 mendatang.

“Saya mengharapkan para alim ulama tetap bisa menjadi penyejuk umat agar tidak mudah terpancing oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persaudaraan kita,” harapnya.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *