Atasi Trauma Banjir, Pemerintah Diharapkan Maksimalkan Trauma Healing

Kota Bima, Kahaba.- Pasca banjir bandang melanda Kota Bima pada 21 dan 23 Desember akhir tahun lalu, menyisakan trauma mendalam bagi banyak masyarakat Kota Bima, khususnya anak-anak dan pelajar. Hal ini bisa dilihat dan diperhatikan disaat hujan turun, rasa was-was dan cemas masih menyelimuti hati masyarakat.

Anggota DPRD Kota Bima Nazamudin. Foto: Bin

Anggota DPRD Kota Bima, Nazamudin mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan pemulihan psikologis melalui trauma healing untuk menghilangkan trauma tersebut. Tentunya kegiatan tersebut membutuhkan waktu yang relatif cukup lama, tapi bila dilakukan secara intensif dan terus menerus, Ia yakin rasa trauma itu bisa berangsur hilang.

“Bencana tidak mampu diprediksi kapan datangnya, termasuk banjir dahsyat yang menerjang Kota Bima. Maka harus ada upaya dan langkah pemerintah untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak, melalui trauma healing,” kata Nazamuddin kepada kahaba.net, Selasa (31/1).

Pemerintah melalui dinas terkait diharapkannya, bergerak cepat dalam merancang dan memprogramkan agenda trauma healing kepada masyarakat. Termasuk didalamnya ada hiburan dan permainan untuk menghilangkan rasa trauma akibat bencana banjir.

Duta PKPI ini menyarankan, Pemerintah Kota Bima segera membuat sistem informasi yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Melalui intensif dan aktifnya lembaga terkait, dalam memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang tepat, dan dapat mengantisipasi bila ada perkiraan bencana datang.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *