STKIP Bima Adakan Pembekalan KKN

Kota Bima, Kahaba.- Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima menggelar kegiatan pembekalan peserta Kuliah Kerja Nyata Mandiri Terpadu (KKN-MT) angkatan ke-XXVIII tahun akademik 2016/2017 di Audotorium setempat.

Pembekalan mahasiswa KKN STKIP Bima. Foto: Eric

Turut hadir pada kegiatan dengan tema ‘Melalui Kuliah Kerja Nyata Kita Wujudkan Masyarakat Kreatif, Inovatif dan Aman’ itu, Ketua STKIP Bima, Amran, Ketua Panitia KKN-MT Zainuddin MM, jajaran dosen dan seluruh mahasiswa peserta KKN.

“Kegiatan pembekalan KKN-MT ini dilaksanakan selama dua hari pada Rabu dan Kamis (1-2/2), dengan menghadirkan pemateri dari pihak kepolisian, Dinas Kesehatan, BPBD dan juga BNPB,” ujar Ketua Panitia Pelaksana KKN-MT  STKIP Bima, Zainuddin Mukhsin kepada Kahaba.net, Rabu (1/2).

Adapun peserta KKN-MT di tahun ajaran 2016/2017 disebutkannya, mencapai 959 peserta, berasal dari lima jurusan program pendidikan yaitu Prodi Ekonomi, Bimbingan Konseling, Biologi, Matematika dan Sosiologi. Dimana seluruh peserta KKN akan ditempatkan di empat daerah, yaitu Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu dan Manggarai Barat NTT.

Ia menjelaskan, peserta KKN di Kota Bima tersebar di lima kecamatan, di tempatkan di 26 kelurahan. Kemudian untuk Kabupaten Bima 10 kecamatan di 27 desa. Sementara di Kabupaten Dompu sebanyak 10 kecamatan di 8 desa, serta Kabupaten Manggarai Barat satu Kecamatan di satu desa saja.

Selama dua hari pelaksanaan pembekalan KKN. Seluruh peserta diwajibkan mengikuti dan memahami setiap pemaparan yang disampaikan pemateri. Sehingga dalam pelaksanaan bersama masyarakat, mahasiswa dapat mengimplementasikan seluruh ilmu yang didapat saat pembekalan.

“Kalian harus mengikuti seluruh rangakain pembekalan, karena dengan begitu materi yang kalian peroleh akan langsung diterapkan saat berada ditengah masyarakat,” pinta pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) itu.

Sambungnya, pelaksanaan KKN merupakan perwujudan dari Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu, pendidikan, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Karena Tri Darma menjadi salah satu dari subsistem pendidikan nasional, yang keberadaannya mempunyai peran sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami berharap seluruh mahasiswa mampu melaksanakan tri darma perguruan tinggin, saat berada ditengah masyarakat dan lingkup sosial,” harap pria yang bergelar Magister Manajemen tersebut.

Sementara itu Ketua STKIP Bima, Amran dalam sambutannya mengungkapkan pembekalan KKN sangat penting untuk diikuti oleh peserta. Karena didalamnya mahasiswa mendapat tambahan ilmu pendidikan, serta sosial kemasyarakatan. Saat terjun nanti juga, mahasiswa dihadapi berbagai macam dinamika dan persoalan hidup ditengah masyarakat.

“Kalian bagian dari agen perubahan, ilmu serta pengalaman tentang cara berpikir yang terpadu dan komprehensif. Akan dipergunakan untuk membantu dan memecahkan bila ada persoalan yang terjadi di tengah masyarakat,” paparnya.

Teori yang kalian dapatkan selama dibangku kuliah lanjut Amran, baik itu ilmu berdasarkan masing-masing program studi serta organisasi kemahasiswaan. Akan diuji selama masa KKN dua bulan kedepan, apakah relevan dengan kondisi dan pemikiran masyarakat.

Melalui KKN ini juga ia meyakini dapat membentuk kepribadian mahasiswa yang unggul, dan menjadi bagian dari kader pembangunan dengan wawasan berpikir yang kreatif, inovatif dan aman. Sehingga menumbuhkan rasa kepedulian sosial, memberikan sumbangsih masukan, saran serta terobosan baru dalam memajukan daerah.

Ditambahkan Amran, saat pelaksanaan KKN nanti mahasiswa diharapkan terus berkoordinasi dan komunikasi, dengan camat, lurah, kepala desa di masing-masing lokas KKN. Agar berperan serta bersama masyarakat, dalam menjaga keamananan, ketertiban selama pelaksanaan kegiatan.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *