Begini Aksi Sigap TNI dan Polisi Bantu Korban Banjir Woha

Kabupaten Bima, Kahaba.- Aksi personil TNI dan Polisi dalam membantu masyarakat yang diterjang banjir di enam desa di Kecamatan Woha kemarin menuai banyak pujian dari masyarakat. Pasalnya, partisipasi TNI dan Polisi telah meringankan banyak beban masyarakat korban banjir.

Polisi saat mengevakuasi warga korban banjir di Woha. Foto: Istimewa

Usai banjir meluap dan menggenangi pemukiman warga, personil TNI dan Polri seolah berlomba untuk bahu-membahu membantu warga. Mulai dari proses evakuasi warga, barang-barang rumah tangga, penyaluran bantuan hingga bersih-bersih lumpur.

Seperti halnya, Kapolres Bima, AKBP M Eka Faturrahman dan Danramil Woha, Kapten Inf I Ketut Sudiasa. Sesaat setelah mendapat informasi banjir, keduanya langsung turun ke lokasi memimpin anak buahnya untuk membantu warga.

Kendati masih dalam posisi mengenakan seragam dinas, Kapolres mengomandoi personilnya menyebar ke dalam perkampungan untuk bergerak membantu setiap warga yang membutuhkan.

Personil TNI pun tak kalah sigap, semua Babinsa dan personil TNI dari Koramil Woha dikerahkan. Penjaga kedaulatan negara ini bahkan tak mengenal malam memastikan semua warga korban banjir aman dan terlayani kebutuhan tanggap daruratnya.

Anggota Koramil Woha saat membantu warga membersihkan lumpur sisa banjir. Istimewa

Foto-foto yang beredar di media sosial dan jejaring sosial lainnya menunjukan kedua institusi pengayom masyarakat ini betul-betul hadir disaat yang tepat. Ketika genangan air hampir setinggi dada orang dewasa, Anggota Polres Bima dan TNI terlihat berjibaku menerobos arus air.

Berlanjut di hari ini, personil TNI kembali bergelut dengan lumpur membersihkan rumah-rumah warga. Sementara personil Polres Bima tak ketinggalan ikut membantu mendistribusikan air bersih dan kebutuhan tanggap darurat lainnya.

Tentu saja, peran kedua lembaga pengayom masyarakat ini tanpa mengesampingkan peranan elemen lainnya, seperti Pemerintah Kabupaten Bima melalui Tim Tagana, BPBD, Dinas Sosial, serta elemen masyarakat lainnya.

Seperti dilaporakan Camat Woha, Chandra Kusuma sebelumnya, air yang meluap dari Dam Pela Parado meluap menggenangi enam desa, yakni Desa Naru, Desa Tenga, Desa Tente, Desa Nisa, Desa Talabiu dan Desa Dadibou.

Selain menggenangi ratusan rumah warga, banjir juga merusak ratusan hektar lahan pertanian warga di Kecamatan Woha.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *