Kasus GOR, Sekda Turun di Manggemaci

Kota Bima, Kahaba.- Untuk menjawab protes sejumlah warga Kelurahan Manggemaci atas rencana pembangunan GOR di Stadion Manggemaci, Pemerintah Kota Bima menggelar pertemuan dengan warga setempat di Kantor Kelurahan setempat, Jumat (14/9).

Warga Saat cabut Patok GOR Manggemaci

Hadir saat itu, perwakilan dari Pemerintah Kota Bima, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima Ir. Muhammad Rum, Camat Mpunda Drs. Is Fahmi, serta Lurah Manggameci, Muhammad S.Sos, hadir juga waktu itu anggota DPRD Kota Bima, Alfian Indrawirawan.

Dihadapan warga, Sekda Kota Bima Ir. Muhammad Rum menyampaikan permohonan maaf atas keinginan pemerintah Kota Bima membangun GOR di Stadion Manggemaci dan menuai protes dari warga sekitar. Tetapi, keinginan Pemerintah untuk membangun GOR itu, semata-mata ingin menyediakan fasilitas olahraga yang layak dan memadai untuk masyarakat Kota Bima. “Pembangunan itu harus diakui, ada plus minusnya. Untuk itu, kami paparkan dan sosialisasikan rencana pembangunan ini dengan harapan ada kerja sama yang baik antara pemerintah dan warga,” katanya.

Rum mengakui, apapun keinginan pemerintah yang tertuang dalam program, telah memiliki dasar hukum yang jelas dan kuat sebagai pedoman. Seperti halnya pembangunan GOR yang dimaksud, kendati mendapat protes dari anggota DPRD Kota Bima karena belum disyahkannya APBD Perubahan 2012, namun GOR yang akan dibangun telah dibuatkan Perwali nya untuk segera di laksanakan.

“Bantuan dana hibah dari Pemerintah Provinsi NTB ini tidak hanya untuk Kota Bima, tapi seluruh Daerah di Provinsi NTB. Pekerjaannya pun harus segera dilaksanakan, dan jenis bantuan ini merupakan bantuan khusus yng tidak perlu menunggu pembahasan dari DPRD Kota Bima,” jelasnya.

Lanjut pria yang juga menjadi Plt. Dinas Pekerjaan Umum Kota Bima itu, GOR yang akan dibangun nanti berbentuk Indoor. Didalamnya tersedia fasilitas olahraga Volly Ball, Bulutangkis dan Bola Basket. Penggunaannya nanti akan pakai oleh seluruh masyarakat Kota Bima, diatur dengan jadwal. “Siapapun boleh menggunakannya. Tentu harus dengan jadwal. Nanti juga akan ada yang mengelolanya, menjaga dan merawatnya agar tetap bersih,” ujarnya.

Selain GOR, di stadion Manggemaci lainnya juga akan dibenahi. Di sekelilingnya akan dibangun taman dengan pohon hidup, bukan tembok. Lapangan sepakbola akan diperbaiki dengan menambah ketinggiannya sebanyak 30 centimeter. Begitu pula dengan untuk jalur atletiknya, akan dibenahi semua. “Nanti Stadion akan indah dan sedap dipandang mata. Fasilitasnya juga lengkap, tidak seperti sekarang,” katanya.

Saat giliran tanya jawab, warga Kelurahan setempat, Farhan meminta agar Pemerintah Kota mempertimbangkan keinginannya itu. Karena selama ini, lapangan sebelah barat tersebut sering digunakan warga untuk bermain voli dan sepakbola plastik serta kegiatan lain seperti acara nikah dan sunatan. “Jika GOR itu dibangun, dimana anak-anak di sini bisa berolahraga. Dimana warga di sini bisa menggelar acara nikah dan sunatan. Tidak mungkin kami harus menggelar kegiatan itu di pinggir kali,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya meminta agar Pemerintah Kota Bima mencarikan lokasi lain untuk pembangunan GOR yang dimaksud. Yang lebih layak dan tidak menganggu aktifitas warga di sekitar. “Harapan kami hanya itu. Kami bukannya tidak setuju dengan adanya GOR, tapi jangan di Stadion Manggemaci, coba cari di tempat lain,” sarannya.

Tidak hanya itu, Farhan juga menyorot penggunaan dana Rp5 miliar yang hingga kini masih dibahas oleh DPRD Kota Bima, tapi pemerintah melalui pihak ketiga sudah mulai melaksanakan pekerjaanya. “Ini anggaran belum di sahkan oleh dewan, kenapa pemerintah sudah mulai membangun GOR,” sorotnya.

Rum yang saat dimintai tanggapan menjawab, jika harus mecnari tempat lain untuk pembangunan GOR, tidak ada yang layak. Karena lokasi di stadion Manggemaci sudah menjadi tempat yang representatif. “Sudah saya jelaskan tadi, di sini tidak hanya di bangun GOR. Stadion Manggemaci juga akan di benahi dan diperindah,” katanya.

Mengenai belum ada disahkan oleh DPRD Kota Bima, diakuinya memang benar. Namun, bantuan khusus dari Pemerintah Provinsi itu tidak perlu mengikuti pembahasan dari lembaga legislatif. “Ini bantuan khusus, tak perlu dibahas,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Kota Bima, Alfian Indrawirawan menambahkan, awalnya memang dia menyorot dan menuding proyek itu proyek siluman. Namun setelah berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Bima, dana tersebut merupakan bantuan khusus yang proses pengerjaannya tidak perlu menunggu pembahasan.

Dirinya juga mengeluhkan tidak adanya komunikasi yang aktif antara pemerintah Kota Bima dengan Lembaga Legislatif terkait pembangunan GOR tersebut. serta tidak ada sosialisasi yang maksimal yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bima. “Kami harus mengakui, untuk dua hal itu pemerintah tidak pernah menjalankannya dengan maksimal,” sorotnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *