Dikbud Lotim Salurkan Dana Untuk Sekolah Terdampak Banjir

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) turut memberikan sumbangsih dan kontribusi sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor pendidikan di Kota Bima yang terdampak banjir bandang.

Kepala Dikbud Kota Bima H. Alwi Yasin saat diwawancara wartawan. Foto: Eric

“Alhamdulillah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, memberikan dana bantuan senilai Rp.130 juta dan baju layak pakai kepada sekolah yang terdampak banjir,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima, H.Alwi Yasin Kamis (2/2).

Dikatakan Alwi, setelah mendapat kepercayaan dari Dikbud Lotim, pihaknya sebagai SKPD teknis langsung menyalurkan bantuan ke sekolah yang terdampak banjir. Bantuan diharapkan bisa meringankan beban sekolah untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak.

“Dana bantuan yang kami berikan, tentunya kepada sekolah yang terdampak banjir. Baik dilihat dari segi bangunan, peralatan dan perlengkapan sekolah yang telah rusak serta jumlah siswa,” akunya.

Besar bantuan yang diberikan kata Alwi, bervariasi. Sasarannya, mulai dari sekolah yang rusak parah, sedang maupun ringan dengan prioritas sesuai tingkat kerusakan akibat banjir. Dana bantuan disalurkan ke 29 SD sederajat dan 10 SMP. Nilai bantuan berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 11 juta.

Kepala SMPN 1 Kota Bima, Hj Nurmah yang turut didampingi Kepala SDN 18 Kota Bima, Sunarti mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah turut membantu bidang pendidikan terdampak banjir di Kota Bima.

“Kami mewakili sekolah lain yang mendapatkan bantuan sangat berterimaksih dan bersyukur atas bantuan Dikbud lombok Timur,” ujar Hj Nurmah.

Bantuan yang telah disalurkan tersebut akan segera dipergunakan untuk biaya membersihkan lumpur, perbaikan infrastruktur sekolah, serta perbaikan peralatan elektronik dan ATK sekolah yang rusak.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *