Kasus Bocah Tenggelam, Pelajaran Bagi Para Orangtua

Kota Bima, Kahaba.- Kasus Andika Pruyadi, bocah berusia 3 tahun asal Kelurahan Rabangodu Selatan yang tewas tenggelam di Sungai Panggi Kelurahan Panggi tak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban. (Baca. Bocah Ditemukan Tewas di Sungai Panggi)

Warga saat evakuasi korban di Sungai Panggi. Foto: Mas’ud (Facebook)

Namun kabar duka kepergian Andika, Jum’at (3/2) pagi juga menghentak publik dan para orangtua lainnya. Betapa anak seusia korban, tidak boleh luput dari pengawasan orangtua maupun pengasuh. Apalagi, ketika bermain di tempat membahayakan dan mengancam keselamatannya.

Hal ini disampaikan Pekerja Sosial Anak dari Kemensos RI, Rahmad Hidayat kepada Kahaba.net, Jum’at (3/2) siang.

Menurut Hidayat, kasus Andika harus menjadi pelajaran berharga para orangtua maupun pengasuh anak agar lebih meningkatkan pengawasan saat anak sedang bermain.

“Terlebih bagi anak usia 3 tahun seperti korban ini wajib didampingi orangtua ketika mereka bermain,” kata dia.

Tanpa bermaksud menyudutkan orangtua korban lanjutnya, kasus yang menimpa Andika bila dilihat penyebabnya murni merupakan kelalaian orangtua dan pengasuh. Sebab, membiarkan korban bermain sendiri tanpa pengawasan adalah bentuk kelalaian.

“Mudah-mudahan kasus Andika bisa jadi pelajaran semua orangtua. Tingkatkan pengawasan, tetap mendampingi hindarkan mereka dari tempat berbahaya,” ingatnya.

*Kahaba-03    

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *