Tahun 2017, DPPKAD Target Capaian PBB Rp 3,8 Miliar

Kota Bima, Kahaba.- Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bima melalui Bidang Penagihan dan Keberatan tahun ini meningkatkan target perolehan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Jika tahun sebelumnya, target PBB sebesar Rp 3,2 Miliar, maka tahun 2017 ditingkatkan menjadi Rp 3,8 Miliar.

BPKAD Kota Bima saat sosialisasi juru pungut. Foto” Dok. BPKAD

Kepala BPKAD Zainuddin didampingi Kabid Penagihan dan Keberatan M. Natsir menjelaskan, kenaikan target ini mengisyaratkan kerja keras dan kolaborasi yang lebih tajam dari Juru Pungut dan jajaran Kelurahan. Selain kerja keras, komitmen dan keuletan untuk lebih intens melaksanakan kegiatan pelatihan, sehingga kinerja selama ini yang cukup bagus dibangun, dapat lebih ditingkatkan.

“Sebagai gambaran, dalam 3 tahun terakhir, perolehan PBB mengalami peningkatan. Tahun 2014 sebesar Rp 1,6 Miliar, tahun 2014 naik menjadi Rp 2,2 Miliar, kemudian pada tahun 2015 Rp 2,9 Miliar, tahun 2016 Rp meningkat lagi menjadi Rp 3,2 Miliar. Makanya tahun ini kita pacu lagi target, ” sebutnya, Senin (6/2).

Peserta sosialisasi juru pungut yang digelar BPKAD Kota Bima. Foto: Dok. BPKAD

Menurut Zainuddin, kendati ada kenaikan target, tapi kebijakan kenaikan wajib pajak tidak mengalami perubahan. Dengan demikian, kenaikan lebih pada perbaikan data,  baik penambahan subyek pajak baru, penyesuaian akibat ketetapan sebelumnya, yang juga disebabkan adanya perubahan struktur dan fungsi bangunan.

Sehingga pada kegiatan sosialisasi juru pungut sambungnya,  pihaknya lebih tekankan agar soliditas penagihan dan ikut berperan serta dalam kerapian data. Sehingga tidak jadi penghambat akibat daya tolak dari wajib pajak, akibat data data yang tidak rasional.

“Kepada DPPKAD meyakinkan, SPPT tercetak tahun 2017, didasari oleh data yang akurat. Sehingga diyakini optimisme realisasi tahun 2017, mampu dicapai,” tambahnya.

*Kahaba-01 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *