Kasus Cetak Sawah Baru, Pelaksana Nunggak Rp 400 Juta

Kabupaten Bima, Kahaba.- Proyek pekerjaan cetak sawah di Kabupaten Bima diduga bermasalah. Selain pekerjaan yang diduga tidak prosedural, Program Kementerian Pertanian (Kementan) RI tahun 2016 tersebut, diduga oknum pelaksana menunggak Rp 400 juta kepada salah satu warga di Kabupaten Bima. (Baca. Cetak Sawah Baru Bermasalah, Oknum Pegawai Dispertan Diperiksa)

Furkan (Kanan, Baju batik Putih Merah). Foto: Ompu

Warga Kabupaten Bima, Zul melalui kuasa hukumnya Furkan mengatakan, ada sisa tunggakan yang belum dibayar oleh pelaksana salah satu oknum pejabat TNI. Nilainya sebanyak Rp 400 juta. Berikut kehadirannya di PM TNI di Raba Kota Bima, untuk mengelarifikasi keinginan kliennya agar dana tersebut segera dicairkan.

Namun Furkan, enggan menyebutkan hal tersebut dikaitkan dengan hutang piutang antara kliennya denga oknum TNI tersebut.

“Bukan hutang piutang, tapi urusan pekerjaan cetak sawah baru,” katanya di halaman PM TNI di Raba Bima, Senin (6/2)

Menurut dia, dari hasil komunikasinya dengan oknum pejabat TNI. Soal pekerjaan cetak sawah baru di Kabupaten Bima, sedang dalam upaya penyelesaian oleh yang bersangkutan. Berdasarkan perjanjian antara kliennya dengan oknum pejabat TNI tersebut, tentang pekerjaannya saja pada pekerjaan cetak sawah baru.

“Mestinya tenggang waktu pembayaran,  berdasarkan akhir laporan 2016,” sebut Furkan.

Disamping itu, pihaknya juga tengah mengadvokasi kejelasan pelaksaan proyek tersebut, yang diduga tidak prosedural. Sebagaimana data yang dikantonginya, Pria ini membeberkan sample data pekerjaan yang salah kaprah. Seperti, lahan yang digunakan di pegunungan dan di tanah yang miring. Seperti kondisi di Kecamatan Langgudu, Soromandi dan Wera.

“Sample awal lahan pegunungan dan miring, berada di Kecamatan Langgudu,” ungkapnya.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *