Perusahaan Konstruksi Kerja Amburadul, Diminta Angkat Kaki dari Bima

Kota Bima, Kahaba.- Menurut sejumlah anggota DPRD Kota Bima, proyek yang dikerjakan oleh perusahaan konstruksi selaku mitra pemerintah kerapkali meninggalkan persoalan. Akibatnya, uang rakyat terkuras habis dan daerah dirugikan.

Anggota DPRD Kota Bima Dedy Mawardi. Foto: Bin

Seperti disampaikan oleh anggota Komisi III DPRD Kota Bima Dedy Mawardi, banyak pekerjaan yang dikerjakan perusahaan besar di Kota Bima menunjukan hasil yang tidak berkualitas.

Ia mencontohkan pekerjaan dari PT. Bunga Raya, acapkali menyisakan masalah. Pekerjaan aspal jalan di jalur Kumbe – Oi Fo’o dan Oi Mbo – Ntonggu, sangat memprihatinkan. Baru beberapa pekan dikerjakan, aspal sudah rusak.

“Kita sudah turun cek, pekerjaan amburadul, tidak sesuai dengan spek. Cara kerja Bunga Raya yang tidak berkualitas tidak saja kali ini, tapi sudah seringkali,” sorotnya, Selasa (7/2).

Untuk itu, ia meminta kepada Bunga Raya yang dinilai tidak mampu bekerja dengan baik, untuk hengkang dari Kota Bima. Karena keberadaannya hanya merugikan rakyat dan daerah.

“Bunga Raya segera angkat kaki dari Kota Bima lah. Untuk apa keberadaannya jika tidak menguntungkan daerah dan rakyat Kota Bima,” tegasnya.

Tidak saja untuk Bunga Raya sambung Dedy, dirinya juga meminta kepada sejumlah kontraktor dan perusahaan lain yang tidak serius bekerja untuk segera angkat kaki dari Bima.

“Pemerintah juga mestinya harus selektif. Kalau perusahaan sudah sering kerja ga becus, jangan lagi memberikan kesempatan,” sarannya.

Di tempat yang sama, Nazamudin yang anggota Komisi III menyorot sikap pemerintah yang tidak memiliki keberanian moral untuk menindak perusahaan seperti Bunga Raya. Mestinya, sebagai pemerintah harus memiliki sikap tegas.

Sebab, dirinya juga sering melihat pekerjaan perusahaan mitra pemerintah hari ini sama sekali jauh dari kualitas. Setelah menerima anggaran untuk dikerjakan, hasilnya pun tidak memuaskan dan jauh dari ketentuan.

“Pemerintah harus lebih selektif lah. Guna menentukan dan membangun kemitraan dengan perusahan yang lebih serius dan bertanggungjawab,” tuturnya.

Hal lain yang disorot Nazamudin yakni sistem pengawasan dari pemerintah sangat lemah. Terbukti, jika pemerintah serius mengawasi, maka kualitas pekerjaaan akan terjaga.

“Kami melihat pengawasan dari pemerintah tidak melekat. Pemerintah lemah pada pengawasan setiap pekerjaan,” sesalnya.

Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah untuk serius melakukan pengawasan. Agar setiap pekerjaan bisa berjalan dengan baik, dan anggaran tidak terbuang percuma.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *