Alasan Rusak Jaringan, Pelayanan Dukcapil Dua Minggu Macet

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sejumlah warga yang hendak mengurus dokumen administrasi kependudukan di Dinas Dukcapil Kabupaten Bima kemarin terpaksa pulang dengan tangan hampa. Warga kecewa tidak mendapat pelayanan lantaran pihak dinas beralasan jaringan sedang rusak.

Kondisi pelayanan di Dinas Dukcapil Kabupaten Bima. Foto: Deno

Kekecewaan itu salah satunya dirasakan, Arif Kurniawan. Warga asal Kecamatan Woha ini mengaku, Ia dan puluhan warga dari berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten Bima pulang dengan kecewa karena tak ada pelayanan di Dinas Dukcapil.

“Alasan jaringan rusak ini sudah dua minggu, namun sampai hari ini tidak kunjung diperbaiki. Lucunya tidak ada informasi dan pemberitahuan apa-apa dari pihak ke desa dan kecamatan terkait kerusakan itu,” ujarnya kemarin.

Arif pun menilai macetnya pelayanan selama dua minggu itu akan merugikan warga. Sebab biaya transportasi tidak mudah bagi warga untuk menuju ke Kantor Dinas Dukcapil. Sementara saat hendak mengurus dokumen kependudukan, ternyata tidak ada pelayanan.

“Kami meminta kepala dinas agar mencari jalan alternatif untuk melayani masyarakat yang membutuhkan KK, KTP, Akte Kelahiran maupun urusan administrasi kependudukan lainnya secara prima. Bukan dengan cara memulangkan para warga dengan alasan konyol seperti itu,” kesalnya.

Sementara itu Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bima melalui Sekretarisnya, Masykur beralasan, kerusakan jaringan tersebut memang dari pusat. Kendala tersebut sudah dilaporkan ke pusat untuk segera diperbaiki sehingga pelayanan bisa kembali normal lagi.

Pihaknya berharap agar warga bisa bersabar menunggu jaringan tersebut pulih kembali. Selain itu, belum bisa menyoalisasikannya ke tiap kecamatan terkait rusaknya jaringan tersebut.

“Kami hanya memasang pengumuman di papan dinding kantor saja dan untuk pelayanan sampai hari ini tidak maksimal,” akunya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *