Uji Petik Program Ashar, STIKes Yahya Jadi Sampel

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Yahya Bima menjadi salah satu perguruan tinggi kesehatan terpilih di Propinsi NTB untuk pelaksanaan uji petik program  Aksi Seribu Hari Kehidupan (Ashar).

AIPNI saat meninjau sarana dan prasarana rencana Prodi Ners Stikes Yahya Bima. Foto: Bin

Uji petik ini dilaksanakan tim dari Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak) NTB. Pada kesempatan itu, tim yang berasal dari berbagai keahlian ini mengevaluasi program Ashar di kampus setempat. Yakni berdiskusi dengan mahasiswa, ibu hamil, pihak kampus dan para kader posyandu.

Distric Coordinator (DC) Kompak NTB, Asrullah menjelaskan, program Ashar bertujuan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi NTB. Bekerjasama dengan Dikes dan perguruan tinggi kesehatan.

“Uji petik ini untuk mengevaluasi seberapa jauh program Ashar dilaksanakan. Apalagi, pelaksanaannya di STIKes Yahya Bima sudah memasuki tahun kedua,” jelas Asrullah, Jum’at (10/2).

Ia menambahkan, hasil evaluasi nanti akan dirumuskan untuk perbaikan ke depan oleh Tim Kompak NTB sebagai fasilitator.

Dewan Penasihat STIKes Yahya Bima, Yahya mengucapkan terimakasih atas kunjungan para tim. Dijelaskannya, program tersebut dilaksanakan di dua desa. Yakni Desa Talabiu dan Desa Penapali Kecamatan Woha.

“Di dua desa tersebut sudah ditempatkan mahasiswa semester 1 dan 3 sebagai pendamping. Para mahasiswa ini sudah dibekali fasilitas khusus untuk memantau perkembangan ibu hamil,” terangnya.

Diakuinya, ini merupakan tahun kedua STIKes Yahya Bima dipercaya melaksanakan program Ashar. Rencananya, tahun ini program akan ditempatkan lagi di Desa Kalampa dan Godo Kecamatan Woha sebagai lokasi pendampingan.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *