Bupati Bima, Serahkan Bantuan ke Korban Banjir Sumbawa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, Minggu (12/02) pagi menyerahkan bantuan untuk korban banjir kepada Wakil Bupati Sumbawa H. Mahmud Abdullah.

Bupati Bima saat menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Sumbawa. Foto: Hum

Rasa senasib dan sepenanggungan akibat bencana alam banjir bandang yang melanda wilayah Sumbawa dan sekitarnya, mendorong Bupati Bima untuk langsung hadir menyerahkan bantuan tanggap darurat.

Bupati Bima mengungkapkan, Kabupaten Bima juga pada bulan Desember lalu pernah mengalami musibah yang sama.

“Ini menumbuhkan  rasa kebersamaan diantara kedua daerah,” tuturnya melalui siaran pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Armin Farid.

Bupati berharap, perhatian langsung pemerintah dan seluruh elemen masyarakat akan membantu warga yang sekarang sedang menghadapi musibah.

“Semoga tidak ada lagi bencana seperti ini ke depannya. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bima, selalu berdoa agar masyarakat Sumbawa dapat menghadapi masalah ini dengan penuh kesabaran,” ujarnya.

Bupati menambahkan, melalui Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) Kabupaten Bima, telah dikirim 100 dus mie instan dan 100 dus air mineral.

“Selanjutnya, melalui truk Bagian Umum, Pemda telah menyalurkan 400 dus mie instan dan 500 dus air mineral sehingga jumlahnya 600 dus air mineral dan 500 dus mie instan,” sebutnya.

Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa H. Mahmud Abdullah yang didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Dandim dan Kapolres Sumbawa mengungkapkan kondisi terkini penanganan bencana. Titik banjir yang melanda Kabupaten Sumbawa katanya, terjadi sejak tanggal 7 Desember dan yang paling parah terjadi pada tanggal 9 Februari lalu.

“Terdapat 10 Kecamatan yang terdampak,” ungkapnya usai menerima bantuan secara simbolis dari Bupati Bima.

Terkait dengan penanganan bencana lanjut Wakil Bupati, Pemerintah Daerah telah menginstruksikan kepada Camat untuk siaga.

“Sampai saat ini, masih terdapat 2 Kecamatan yang terisolir karena sulitnya akses,” katanya.

*Kahaba-02/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *