Babuju Care Center Peduli Korban Banjir Sumbawa

Kota Bima, Kahaba.- Babuju Care Center (BBC) kembali melaksanakan aksi tanggap darurat untuk korban banjir di Kabupaten Sumbawa. Lembaga kemanusiaan di bawah naungan Komunitas Babuju Bima ini telah mendistristribusikan sejumlah bantuan tahap awal bagi warga korban banjir di daerah Sabalong Sama Lewa itu.

Relawan Babuju Care Center saat mendistribusikan bantuan di Sumbawa. Foto: Dok. Babuju

Koordinator Komunitas Babuju, Julhaedin atau akrab disapa Rangga Babuju mengaku, usai mendapat informasi Kabupaten Sumbawa diterjang banjir bandang semua personil BBC bergerak cepat mengumpulkan bantuan.

“Alhamdulillah Kamis (9/2) malam lalu kami telah menyerahkan langsung bantuan tahap awal kepada korban banjir di Desa Kakiang Kecamatan Moyo Hilir,” jelasnya, kemarin.

Bantuan tanggap darurat itu akunya, berupa 250 bungkus nasi, 15 dus air kemasan makanan, pakaian layak pakai serta bantuan asupan gizi secukupnya bagi puluhan balita di 3 dusun desa setempat.

Selanjutnya kata Rangga, distribusi bantuan tahap kedua akan dilakukan dalam waktu dekat. Wilayah yang ditargetkan diantaranya di Kecamatan Empang, Kecamatan Tarano, Desa Brangbiji, Brangbara, Mande dan Bugis di Kecamatan Sumbawa.

“Prioritas bantuan tahap kedua ini kita arahkan bagi balita, ibu hamil dan menyusui, tua jompo dan diabilitas,” terangnya.

Rangga menambahkan, pihaknya juga membuka posko dan donasi kemanusiaan untuk korban banjir Sumbawa bagi siapapun yang ingin berpartisipasi. Yakni melalui Relawan Kemanusiaan BBC atau bisa diantar langsung ke Markas BCC Jalan Imam Mbonjol Nomor 8 Kelurahan Santi (Depan SD IT Insan Kamil) Kota Bima.

“Atau bisa juga via Rekening BNI di nomor 0278601368 atas nama Haerudin Islamin. Konfirmasi transfer bisa via WA di nomor 085299886619,” sebutnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *