Janda Tiga Anak Ini Tinggal di Gubuk Reot

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jahariah, warga RT 09 Dusun Lapa Desa Rada Kecamatan Bolo hanya bisa pasrah dengan nasih hidupnya saat ini. Wanita berusia 43 tahun ini terpaksa tinggal di rumah panggung yang hampir roboh bersama ketiga anaknya.

Kondisi gubut reot milik Jahariah. Foto: Yadien

Keterbatasan ekonomi membuat Jahariah tak mampu berbuat banyak untuk merubah garis hidup. Terhitung puluhan tahun sudah gubuk reot berdinding papan itu telah dihuni Jahariah bersama anak-anaknya.

Papan yang dipakai untuk dinding pun banyak yang sudah lapuk dimakan usia, sementara atap rumahnya sudah bocor. Lantaran tak ada pilihan lain, ancaman sewaktu-waktu rumahnya roboh seolah sudah tak dihiraukan lagi.

Potret kemiskinan Jahariah ini menjadi catatan, karena selama ini seolah luput dari perhatian pemerintah. Sebab, keluarga miskin ini tidak pernah mendapat sentuhan program bedah rumah yang kerap didengungkan untuk masyarakat miskin.

“Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja kami sulit,” kata janda tiga anak ini saat ditanya alasan tidak memperbaiki rumahnya.

Sehari-hari, Jahariah beserta ketiga anaknya hanya bekerja serabutan. Penghasilan yang didapat hanya cukup untuk membeli beras dan kebutuhan hidup lainnya. Selebihnya, tak ada apa-apa yang menjadi tumpuan hidup.

“Dulu rumah kami memang pernah didata, katanya untuk bantuan bedah rumah. Tapi sampai sekarang belum ada bantuan yang datang,” akunya.

Tak ada harapan lain Jahariah saat ini, selain bantuan dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bima untuk sekedar membantu memperbaiki rumahnya.

*Kahaba-C10 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *