Tiang Listrik di Desa Pai Roboh, PLN Sape Terus Perbaiki Jaringan

Kota Bima, Kahaba.- Angin kencang dan tanah longsor Sabtu (11/2) di Desai Pai Kecamatan Wera menyebabkan tiang listrik roboh dan terputus nya jaringan. Untuk memperbaiki jaringan, jajaran PT. PLN (Persero) Area Bima ranting Sape bersama masyarakat setempat bahu membahu gotong royong mengangkat tiang jaringan yang telah roboh.

PLN dibantu warga saat mengangkat tiang yang roboh. Foto: Dok. PLN

“Tiang yang roboh merupakan penghubung aliran dari Bima menuju Sape. Jadi sangat urgen untuk segera diperbaiki, agar pasokan listrik bisa normal kembali,” ujar Manager PT. PLN rayon Sape Galih Febriantoro kepada kahaba net, Senin (13/2).

Menurut Galih, selain kondisi tiang jaringan roboh, juga terdapat dua tiang beton jaringan lain yang juga roboh. Lalu satu diantaranya sudah dalam kondisi miring. Untuk membawa tiang jaringan yang roboh itu, harus melalui akses yang sulit. Selain jaraknya sekitar tiga kilometer, juga jembatan desa setempat telah putus. Sehingga harus dibawa secara manual, dengan kondisi jalan yang rusak dan licin.

“Saat ini tim PT. PLN dibantu masyarakat setempat membantu membawa tiang jaringan melewati sungai secara manual,” ungkapnya.

Galih menjelaskan, PT. PLN berjanji terus berupaya maksimal untuk memperbaiki tiang jaringan, agar pasokan listrik tidak mengalami gangguan. Sehingga masyarakat, dapat menikmati pelayanan tanpa adanya gangguan.

Sementara itu Manager PT.PLN (Persero) Area Bima Jefri Husni mengungkapkan imbas dari robohnya tiang jaringan itu yakni terjadi pemadaman listrik sementara untuk di Desa Pai setempat, namun sekarang sudah berangsur pulih dan membaik.

“Berdasarkan informasi dari tim PLN, kerusakan jaringan telah diperbaiki. Listrik akan bisa dihidupkan setelah tiang listrik berdiri semula,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *