HM Lutfi Sosialisasi 4 Pilar untuk Wartawan

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPR RI, H Muhammad Lutfi kembali menyampaikan sosialisasi tentang 4 pilar kebangsaan, Selasa (14/2) di Hotel La Ila Kota Bima. Pada sosialisasi kali ini, Lutfi menggandeng media online kahaba.net sebagai penyelenggara kegiatan. (Baca. Pers Harus Jadi Mata dan Telinga Rakyat)

HM. Lutfi saat menggelar 4 pilar kebangsaan untuk wartawan. Foto: Noval

Sementara peserta kegiatan melibatkan sebagian besar wartawan dari media cetak, elektronik dan online di Kota maupun Kabupaten Bima.

Dalam pemaparannya, Anggota Fraksi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa sosialisasi 4 pilar kebangsaan merupakan tugas konstitusi setiap Anggota DPR, MPR dan DPD RI.

Empat pilar itu terdiri dari Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 dasar negara Indonesia, NKRI sebagai bentuk final negara Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika sebagai wadah pemersatu bangsa dari Sabang sampai Merauke.

Mengapa wartawan dilibatkan dalam sosialisasi? Menurut wakil rakyat asal Bima ini, media massa dan wartawan merupakan elemen penting suatu bangsa yang memiliki peran srategis sebagai dalam mengawal pembangunan dan mewujudkan perubahan.

Anggota DPR RI HM. Lutfi saat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan untuk wartawann, LPM dan Karang Taruna. Foto: Bin

Dalam kaitan 4 pilar kebangsaan, media massa dan wartawan diharapkannya mampu menyampaikan informasi mendidik bagi masyarakat agar memahami secara utuh nilai-nilai yang terkandung dalam semua pilar tersebut.

Apalagi belakangan ini kata dia, banyak muncul berbagai persoalan yang mengganggu kehidupan berbangsa. Perbedaan yang awalnya menjadi modal kekuatan bangsa, kini seolah digunakan sebagai senjata bagi pihak tertentu untuk merusak keutuhan NKRI.

“Karena itu, empat pilar kebangsaan sebagai instrumen penting bagi negara ini masih layak untuk dimengerti dan dipahami oleh masyarakat Indonesia,” paparnya.

Selain memaparkan soal 4 pilar kebangsaan, Anggota Komisi VIII ini juga menyinggung bagaimana peranan pers kekinian yang dinilainya mulai bergeser dari semangat membangun bangsa.

“Hari ini, wajah pers kembali seperti ketika pada jaman orde baru. Pers hanya memperlihatkan kemasan luarnya saja. Ini menjadi stigma, kenapa pers kurang dipercaya masyarakat sebagai suara perubahan, suara keadilan dan suara keberpihakan,” kata politisi yang juga pernah bergelut di media massa ini.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *