Bantuan Banjir Dinilai tidak Transparan, Warga Rabadompu Demo Pemkot Bima

Kota Bima, Kahaba.- Menyorot soal bantuan banjir yang dinilai tidak transparan, puluhan warga Kelurahan Rabadompu Timur Kota Bima, Kamis (16/2) berjalan kaki menuju kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Mereka menggelar aksi dan meminta agar pemerintah segera merealisasikan sejumlah bantuan untuk korban banjir.

Warga Rabadompu Timur saat aksi di depan kantor Pemkot Bima. Foto: Bin

Korlap Arif Rahman menyampaikan sejumlah tuntutan mereka seperti mendesak Pemkot Bima untuk segera merealisasikan bantuan Rp 10 ribu per hari atau Jadup selama tiga bulan. Kemudian menyalurkan dana ganti kerugian rumah warga yang hanyut.

“Kami juga meminta agar Lurah Rabadompu Timur adili atas kinerjanya yang tidak transparan soal penyaluran bantuan banjir,” pintanya.

Tidak hanya itu, dirinya juga mendesak DPRD kota Bima untuk memanggil perangkat daerah, BPBD, Dinsos guna klarifikasi data korban banjir yang dinilai amburadul.

“Kami juga meminta agar Pemerintah Kota Bima menyediakan petugas medis yang memadai diwilayah Kelurahan Rabadompu Timur pasca banjir bandang,” desaknya.

Aksi warga tersebut diterima Plt Sekda Kota Bima Muhtar Landa. Saat ingin menjelaskan, warga menolak karena ingin mendengarkan langsung pemamaparan dari Walikota dan Wakil Walikota Bima.

Kendati demikian Muhtar sempat menyampaikan bahwa dana Jadup sudah tersedia dan sedang dilakukan verifikasi identitas penerima manfaat, untuk dibuatkan rekening bank.

“Dana itu akan dibagikan ke rekening masing-masing penerima Jadup,” jelasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *