Pencuri Laptop Beraksi di BKP2 Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.-  Tiga laptop di kantor Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKP2) Kota Bima raib dibobol maling, Sabtu dini hari (15/9). Kejadian itu diketahui ketika salah seorang pegawai, Arifin Ahmad, yang masuk di hari Sabtu hendak menyelesaikan pekerjaan dinasnya.

Tiga buah laptop raib di BKP2 /foto: Cen

Di tengah kemelut mundurnya bendahara pengeluaran ternyata saat ini BKP2 kembali dihadapkan dengan persoalan baru, dengan hilangnya tiga unit laptop di kantor itu.

Kepada Kahaba (15/9), Arifin Ahmad menjelaskan seputar awal diketahuinya kejadian itu. Saat ia hendak masuk kantor Sabtu pagi sekitar pukul 09.00, Arifin langsung kaget melihat laci di ruangannya dalam keadaan rusak parah dan mengetahui laptop miliknya dibobol maling. Rencananya ia mau bekerja untuk mengejar deadline di hari yang biasanya para pegawai Pemerintah Kota meliburkan diri karena menganut sistim lima hari kerja. Tapi, saat laptop miliknya hilang, tentu tak ada yang bisa dia lakukan untuk menyelesaikan pekerjaannya itu. Padahal dia ingin menyelesaikan tugas HPS untuk kegiatan di Palangkaraya.

“Setelah saya melihat laci meja saya rusak dan tak terkunci karena tercongkel, saat itu pun saya melihat laptop kerja saya ikut hilang. Bukan hanya milik saya saja, milik dua teman saya termasuk bendahara pengeluaran lama, Masita, pun ikut kehilangan. Padahal, di laptop itu semua data tentang BKP2 disimpan di sana. Setelah itu, dirinya langsung memanggil penjaga kantor,” jelasnya.

Kehilangan laptop di BKP2 bukan untuk yang pertama. “Kejadian ini adalah yang ketiga kalinya, namun yang terparah pencurian kali ini karena ikut mencuri data-data penting di BKP2,” tambah Arifin.

Di tempat yang sama, Penjaga Kantor BKP2 Kota Bima, Jairin, mengetahui ada kehilangan tersebut setelah diberitahu oleh Arifin Ahmad. Namun sebelumnya, dia yang sehari-hari tidur di kantor tersebut, Sabtu malam tidak mendengar adanya pencuri. “Saya tidur sekitar pukul 01.00 dini hari dan sebelumnya memeriksa semua keadaan kantor. Sempat ada suara, namun setelah saya periksa, ternyata suara tikus,” terangnya.

Paginya, Jairin langsung membersihkan halaman depan kantor dan bagian dalamnya. “Saya hanya menyapu bersih halaman dan ruangan kantor, tidak memeriksa meja dan isi laci yang ada di dalamnya,” jelasnya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *