Belasan Mahasiswa STKIP Keracunan Nasi Bungkus

Kota Bima, Kahaba.- Lebih dari 12 orang mahasiswa STKIP Bima harus dilarikan ke RSUD Bima akibat keracunan setelah menyantap nasi bungkus, Minggu (16/9),  pada saat kegiatan ospek kampus berlangsung.

Salah satu mahasiswa baru STKIP korban keracunan makanan yang belum sadarkan diri/foto: Cen

Korban yang terdiri dari 10 orang panitia dan dua orang mahasiswa baru tersebut harus mendapatkan perawatan intensif di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) setelah mengalami mual dan muntah beberapa saat setelah menyantap konsumsi kegiatan yang berupa nasi bungkus itu. Bahkan salah satu  mahasiswa baru berjenis kelamin perempuan hingga berita ini diturunkan masih belum menyadarkan diri.

Menurut keterangan Hamzah Haz, salah satu korban yang telah mendapatkan pertolongan pertama di ruang UGD, usai santap siang sekitar pukul 14.00  dia merasa mual seperti masuk angin. Ia awalnya menganggap hal itu biasa-biasa saja. “Setelah banyak teman panitia dan peserta yang merasakan gejala yang sama, baru kami sadar kalau kami keracunan,” terangnya.

Mahasiswa Jurusan Matematika semester lima  ini kuat menduga kalau nasi yang disantapnya siang tadi menjadi penyebab insiden ini. Hamzah mengakui, nasi yang ia makan siang itu terasa agak basi karena dipesan sejak pagi hari. Namun menurutnya tidak semua panitia maupun peserta yang menyantap makan siang bersama itu mengalami hal yang serupa dengan dirinya. “Ada yang hanya mual saja, ada yang muntah setelah 30 menit, ada juga yang setelah satu jam, dan yang paling parah langsung dilarikan ke sini (RSUD, red) untuk dirawat,” jelasnya.

Diperkirakan, selain ke-12 mahasiswa yang dilarikan ke UGD RSUD, masih banyak mahasiswa lainnya yang tetap bertahan di kampus kendati merasakan gejala yang sama. Kegiatan ospek kampus STKIP Bima pun terlihat masih berlangsung hingga pukul 20.00 malam ini, seakan tak terganggu dengan insiden yang baru saja terjadi. [BQ]

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *