Dua Bulan Pasca Banjir, Warga Pesa Masih Kekurangan Air Bersih

Kabupaten Bima, Kahaba.- Danpak dari musibah banjir yang melanda Kecamatan Wawo pada Desember 2016 masih menyisakan masalah bagi sebagian besar warga Desa Pesa Kecamatan Wawo. Sampai saat ini meeraka masih mengalami kekurangan air untuk kebetuhan sehari-hari.

Ilustrasi

Air PDAM baru yang dibangun dua tahun lalu dari mata air Seli Desa Maria Utara tidak lagi bisa dinikmati seperti biasanya. Informasi yang dihimpun media ini pipa yang digunakan untuk mengairi air tersebut rusak dihantam oleh derasnya banjir pada saat itu.

Sementara itu air PDAM yang yang ada dari mata air Oi Wobo hanya mampu mengairi sebagian rumah warga yang berada di timur desa tersebut. Itupun hanya sebagian rumah tangga yang ada disekitar jalan raya tempat pipa dipasang yang bisa menikmatinya.

Warga yang rumah tangganya berada di bagian barat dan jauh dari jalan raya tidak bisa menikmati air PDAM tersebut. Sehingga pasca rusaknya air dari Desa Maria Utara mereka sangat kesulitan air bersih.

”Sejak banjir dua bulan yang lalu air sudah tidak ada. Tentunya ini sangat mengganggu aktifitas warga yang ingin bekerja. Karena air sangat dibutuhkan untuk mandi, masak, mencuci dan aktivitas lainnya,” terang Tris, salah satu warga desa setempat, Kamis (23/02).

Tris menambahkan, sejak pristiwa tersebut warga mengandalkan air dari sumur yang terbatas. Cara mendapatkanya warga harus junjung air memakai ember dan jaraknyapun jau.

Kepala Desa Pesa, Rudi Hatono membenarkan masalah kekurangan air tersebut. Pihaknya berharap keadaan ini tidak berlangsung lama dan bisa segera diperhatikan oleh Pemerintah Daerah. “Perhatian semua pihak sangat kami butuhkan supaya kebutuhan air terpenuhi kembali,” harapnya.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *