Try Out Tanpa Meja, Alwi Nilai Kepala SMPN 11 Cari Sensasi

Kota Bima, Kahaba.- Pelaksanaan try out di SMPN 11 Kota Bima yang menggunakan kursi untuk mengganti meja, mendapat sorotan Dinas Dikbud Kota Bima. Karena setelah turun melihat kondisinya, meja yang tidak ada saat pelaksanaan try out justeru digunakan oleh siswa yang melaksanakan ujian tengah semester. (Baca. Tak Punya Meja, Siswa SMPN 11 Try Out UN Pakai Kursi)

Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, H. Alwi Yasin saat diwawancara wartawan Kahaba.net. Foto: Ady

“Bukan tidak ada meja, tapi kepala sekolahnya yang menggunakan meja itu untuk pelaksanaan mid semester,” katanya.

Menurut Alwi, tindakan yang dilakukan kepala sekolah itu hanya mencari sensasi. Sebab, sekarang bukan waktunya untuk pelaksanaan mid semester. Karena secara aturan, pelaksanaan try out tidak boleh sama dengan ujian tengah semester.

“Sekarang juga bukan waktunya ujian pertengahan semester. Lantas kenapa paksa digelar. Kepala Sekolah SPMN 11 itu kan hanya cari sensasi saja,” nilainya.

Jadi wajar saja sambungnya, siswa mengikuti ujian menggunakan kursi dan lantai, karena meja kurang saat dipergunakan siswa lain untuk ujian tengah semester.

Alwi juga menilai, Rosdy Efendy sebagai pimpinan SMP itu tidak paham aturan. Seharusnya ujian tengah semester dilaksanakan pada bulan Maret. Tapi malah dimajukan dan tidak berkoordinasi dengan Dikbud.

“Ko bisa kepala sekolah melaksanakan ujian tengah semester sendiri, sedangkan sekolah lainnya tidak, ini kan lucu. Padahal proses pelaksanaan setiap ujian mengacu pada kalender pendidikan, bukan berdasarkan keinginan dan kepentingan pribadi,” kesalnya.

Diakuinya juga, iklim pendidikan di SMPN 11 sudah tidak sehat. Untuk itu, pihaknya akan evaluasi kinerja kepala sekolah tersebut. Bila ini terus berlanjut, maka kemungkinan akan diusulkan pergantian.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *