Kera Ekor Panjang Serang Tanaman, Petani Wawo Galau

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kera ekor panjang (Macaca Fascicularis) dua tahun terakhir ini menjadi hama yang meresahkan petani di Kecamatan Wawo. Kera ini menjadikan ladang, kebun petani untuk mencari makan. Hal ini terjadi karena diperkirakan cadangan makanan di habitat mereka berkurang bahkan habis.

Ilustrasi. Foto: Okezone News

Hewan primata pemakan buah dan dedaunan tersebut sering menyerang tanaman petani, mulai dari proses tanam sampai dengan waktu panen. Kelompok kera ini menyerang tanaman petani dengan cara bergerombolan. Jumlahnya mencapai ratusan, sehingga keadaan ini membuat resah para petani.

“Hewan cerdik ini tidak saja menyerang tanaman yang berada di ladang, tapi juga sudah masuk wilayah kebun, persawahan hingga pemukiman,” ungkap Mahmud, salah satu petani yang ditemui ketika menjaga tanamannya di ladang Desa Kambilo.

Ia menuturkan, kera tersebut kadang datang sampai lima kali dalam sehari, untuk memakan dan merusak tanaman. Mulai dari pagi sampai petang, petani terus menjaga tanaman. Kalau tidak, tanaman akan dimakan dan dirusak.

Tidak itu saja sambung Mahmud, di ladang petani yang menanan padi dan jagung juga diserang. Dulu tidak sampai masuk kebun.

“Buah-buahan seperti nangka, Mangga, Jambu dan lainya yang ditanam di kebun pada saat ini juga habis di makan kera,” ujarnya.

Diakui Mahmud, upaya pencegahan seperti memelihara anjing dan memasang jaring sudah dilakukan. Namun, hanya untuk menakuti dan mengusir kera sementara. Diyakini, kera-kera tersebut masuk di ladang, kebun, sawah hingga pemukiman, karena sudah sempitnya habitat mereka karena sudah dijadikan lahan pertanian.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *