Dokumen Proyek tidak Ada, Komisi III Hentikan Pekerjaan Drainase

Kota Bima, Kahaba.- Sejak awal pekerjaan penggalian drainase pasca banjir bandang yang menerjang Kota Bima tidak luput dari sorotan Komisi III DPRD Kota Bima. Pasalnya, pekerjaan tersebut ditengarai tidak berdasarkan ketentuan. Bahkan dokumen proyek pun tidak mampu ditunjukan oleh pihak ketiga maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Bima. (Baca. Sorot Drainase, Setelah BPK NTB, Komisi III Rencana Temui BNPB)

Komisi III DPRD Kota Bima saat turun tinjau proyek drainase. Foto: Dok. Komisi III

Menindaklanjuti soal pekerjaan tersebut, Komisi III Selasa (28/1) melakukan on the spot. Adapun lokasi pekerjaan yang didatangi seperti di jalan Lumba – Lumba Kelurahan Melayu, Jalan Tongkol Pasar Lama, Jalan Kepiting dan Jalan Pelita Tanjung.

“Dari hasil on the spot, kami menanyakan ke kontraktor pekerjaan Bunga Raya dan Tukad Mas tentang dokumen kontrak. Namun tak ada satupun  yang bisa menunjukannya. Ini proyek tidak jelas, makanya kami hentikan,” tegas Anggota Komisi III Alfian Indrawirawan.

Dirinya juga menilai, setelah Komisi III melihat sendiri mutu pekerjaan tersebut. Hasilnya amburadul, dan tidak sesuai dengan spesifikasi tekhnis yang harus dikerjakan. Sebab, tidak ada dokumen sama sekali,

“Pekerjaan ini hanya menjalankan perintah lisan dari pemerintah melalui dinas tekhnis. Tapi dokumennya tidak ada. Ini kan aneh,” sorotnya.

Menurut duta Partai Golkar itu, pihaknya memahami pekerjaan soal bencana alam. Namun setidaknya, harus diketahui dengan jelas terlebih dahulu sumber anggaran dan berapa besar anggarannya. Dikonfirmasi kepada kontraktor, tidak ada yang bisa menjawab, apalagi menunjukan dokumen kontrak yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Kesimpulan kami dari hasil on the spot. Pekerjaan ini tidak jelas, makanya kita hentikan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu dirinya juga menyorot tentang sikap jajaran Dinas PU yang sama sekali tidak mengindahkan upaya koordinasi dan komunikasi yang dilakukan Komisi III. Padahal sudah sekian kali dihubungi untuk sama – sama turun on the spot, namun tak ada tanggapan.

“Kami sudah minta dengan hormat kepada Kepala Dinas PU dan pejabat PU untuk turun bersama dengan kami tadi, tapi tidak ada satupun yang nongol,” sesalnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *