Telkom Bima Gelar Apel Peringatan HUT Sekar Telkom ke-17

Kota Bima, Kahaba.- Jajaran Kantor Daerah Telkom Bima menggelar apel peringatan HUT Serikat Pekejar (Sekar) Telkom ke-17 di halaman kantor setempat, Rabu (1/3). HUT Sekar Telkom tahun ini mengangkat tema “ Jujur, Produktif dan Sejahtera”.

Apel Peringatan HUT Sekar Telkom ke-17. Foto: Bin

Yati Kartika, Supervisor Telkom Bima selaku pembina apel saat membacakan sambutan Ketua Umum Sekar mengatakan, tema “Jujur, Produktif dan Sejahtera” dipandang relevan dengan lingkungan dan harapan yang berkembang di segenap jajaran Telkom. Tiga kata kunci dalam tema tersebut melingkupi tiga dimensi besar yang menjadi kunci sustainabilitas perusahaan, bisnis maupun karyawan.

Dijelaskannya, jujur dalam terminologi budaya korporasi adalah Integrity, tempatnya dipondasi bangunan budaya perusahaan. Ia menjadi pondasi yang Fundamental dan bagian yang paling kuat dalam menahan beban yang ada di atasnya. Namun juga bagian paling rapuh untuk digoda. Faktor yang paling kuat untuk menggoda iman kejujuran adalah kekuasaan.

“Di saat kita mempunyai kekuasaan yang besar, disaat itulah integritas seseorang menemukan penantangnya. Untuk mempertahankan integritas itu, maka kita harus melakukan hal-hal yang tidak biasa atau lebih tepatnya luar biasa,” ujarnya.

Sesuai dengan eranya saat ini kata Yati, kompetensi yang paling dibutuhkan adalah kompetensi digital. Pemahaman digital ini menurut versi Serikat tidak hanya dalam pengertian Skill dan Knowledge yang terdigitalisasi, tetapi menghunjam ke lubuk makna paling dasar dari Digital itu yaitu sikap mental yang hitam putih, tegas, lugas dan tidak abu-abu.

Penyerahan penghargaan untuk karyawan Telkom Bima. Foto: Bin

Kalau tidak nol berarti satu. Itu makna Filosofis terdalam dari digital. Sikap Digital ini melahirkan karakter Jujur. Itulah yang menjadi landasan kata kunci tema yang kedua yaitu produktif. Produktif tidak sekedar memenuhi kewajiban-kewajiban standar, tetapi berproduksi lebih dari ekspektasi dan melebihi kompetitor.

Menurutnya, di era digital ini, lawan tidak hanya kompetitor, tapi juga komplementer. Contoh Kompementer adalah Whatsapp dan telegram messaging yang menjadi kompementer dari SMS Seluler sekaligus menggerus pendapatannya. Selain itu, upaya harus lebih keras dibanding kompetitor.

“Kita juga harus lebih cerdas dibanding komplementer. Sehingga kita tetap eksis dan semakin produktif,” tuturnya.

Kata kunci tema yang ketiga lanjutnya adalah kesejahteraan. Kesejahteraan karyawan adalah visi Serikat yang tidak berbatas waktu, karena tingkat kesejahteraan itu subyektif dan terus berubah ukurannya dari waktu ke waktu, baik dari sisi kuantitas maupun dimensi kualitasnya. Bila selama ini mengukur kesejahteraan melalui besaran Total Guarantee Cash (TGC), dan ibarat bola karet, besaran kuantitas tersebut dapat menggelembung, tetapi manajemen dan serikat kami kira dapat sama-sama memahami dan menyepakati bahwa secara kuantitas penggelembungan itu akan terukur pertumbuhannya, Linear atau berbanding lurus dengan pertumbuhan keuangan perusahaan.

Disamping secara kuantitas, secara kualitas juga sangat diperhatikan Serikat. Dimensi kesejahteraan dapat dikembangkan dalam konsep yang sesuai dengan definisi kesejahteraan yang ditulis dalam perundang-undangan ketenagakerjaan, Perjanjian Kerja Bersama (PKB), maupun anggaran Dasar Serikat.

Kesejahteraan Karyawan lahir bathin meliputi kenyamanan dalam bekerja, nyaman secara lingkungan fisik maupun psikologis. Rasa aman terhadap hari esok termasuk untuk anak dan istri, dan terbebas dari intimidasi dan tekanan mental. Mempunyai harapan yang terus berkobar karena lingkungan kerja yang tercipta menumbuhkan optimisme.

Pemotongan tumpeng HUT Sekar Telkom ke-17. Foto: Bin

Dalam kesempatan ini tutur Yati, Sekar ingin menegaskan sekali lagi bahwa tingkat kesejahteraan itu hanya sebuah konsekuensi, tidak perlu terlalu banyak perdebatan dalam hal ini. Simbiosis kata kunci jujur (integrity), Produktif, dan Sejahtera adalah sebuah hubungan sebab akibat. Kalau perusahaan ini maju karena Produktivitas karyawannya sangat tinggi, rasanya tidak mungkin kalau kesejahteraan orang-orang di dalamnya stagnan.

Telkom pun telah berhasil menggapai ambisinya untuk menumbuhkan secara Double Digit di tiga parameter utama yaitu Revenue, Ebitda, dan Net Income. Mungkin tidak terlalu berlebihan kalau Serikat juga mengharapkan perubahan penting terhadap kesejahteraan orang-orang yang berjasa untuk mewujudkan ambisi tersebut.

“Inilah yang kami maksud sebagai konsekuensi yang linear atau garis lurus. Bulan depan Insya Allah perundingan PKB VII akan dibuka kembali. Moment itu kami yakin hanya merumuskan keinginan kedua pihak yaitu Sekar dan Manajemen menjadi angka dan tabel-tabel yang besarannya sudah kami gambarkan sebelumnya,” paparnya.

Untuk mencapai Imagine dalam Tema Ulang Tahun Sekar tahun ini jelasnya, cukup menyatukan energi dengan Mitra Konstruktif abadi SEKAR yaitu Manajemen TELKOM. Karena pihaknya sudah yakin bahwa tema tahun ini relevan dengan keinginan semua insan TELKOM baik SEKAR maupun Manajemen. Sesuai dengan rumusan yang berlaku umum bahwa energi yang dapat diakumulasi secara Solid akan membuat ledakan yang dahsyat.

Untuk itu, antara Manajemen dan Serikat harus senantiasa terjalin komunikasi yang baik guna tercipta saling pengertian satu sama lain. Format komunikasi SEKAR dan Manajemen yang kita harapkan adalah dalam format kemasan simetris di semua level guna menjamin keberlangsungan Hubungan Industrial yang produktif. Kalau tidak Simetris, maka yang mengemuka hanyala Agresivitas di satu sisi, dan Defensivitas di sisi yang lain. Format yang demikian kurang cocok untuk saat-saat sekarang ini.

Nasi tumpeng HUT Sekar Telkom ke-17. Foto: Bin

Sebagai organisasi, SEKAR mempuanyai tantangan yang tidak kalah seru dengan tantangan bisnis yang dihadapi manajemen. Salah satunya adalah mengenai Kaderisasi. Padahal Kaderisasi menjadi bagian sangat penting atas sustainabilitas Serikat. Kalau di Manajemen ada Kader yang keluar atau pensiun maka akan ada antrian panjang yang siap menggantikannya.

Di SEKAR tidak lah demikian. Secara Natural, anggota Sekar akan cenderung berkurang karena rekrut anggotanya hanya dapat dilakukan di lingkungan karyawan TELKOM. Sementara pertumbuhan karyawan TELKOM mengalami pertumbuhan minus dari tahun ke tahun.

“Untuk itu kami mengundang para Karyawan TELKOM yang saat ini belum menjadi anggota SEKAR, Ayo segera bergabung dengan SEKAR, dan berjuang bersama memperjuangkan kemajuan perusahaan dan kesejahteraan karyawan melalui satu-satunya wadah organisasi karyawan di TELKOM ini yaitu SEKAR TELKOM,” ajaknya.

Diakhir sambutannya, Yati berharap semoga HUT ke-17 SEKAR TELKOM ini dapat menjadi momentum bagi kita bersama untuk lebih mengkonsolidasikan kekuatan agar semakin solid, semakin speed, dan semakin smart. Memperlebar pintu-pintu komunikasi yang memudahkan semua untuk dapat saling mengerti dan memahami. Sehingga terwujud kolaborasi positif untuk lebih memajukan perusahaan dan mensejahterakan karyawan.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *