Panitia Belum Terbentuk, Pembangunan Masjid Agung Al Muwahiddin Bakal Tertunda

Kota Bima, Kahaba.- Tahun ini, pembangunan lanjutan Masjid Al Muwahiddin Bima akan tertunda. Sebab pada awal tahun 2017, progres pembangunan belum terlihat, padahal dana yang masuk di rekening Pemerintah Kota Bima meningkat dari tahun sebelumnya.

Kabag Kesra Setda Kota Bima, Abdul Wahid. Foto: Eric

Kabag Kesra Setda Kota Bima H. Abdul Wahid menjelaskan, pemerintah daerah tahun ini dapat kucuran dana untuk melanjutkan pembangunan Masjid Agung itu sebesar Rp 2,5 Miliar. Dana hibah Pemkot Bima sebesar Rp 1 Miliar, dan Rp 1,5 Miliar dari luar daerah.

Guna mendukung percepatan pembangunan masjdi tersebut, pemerintah telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pengurus masjid, yayasan. Hasilnya, meminta kepada pihak yayasan untuk segera membentuk panitia pengerjaan.

“Awal Februari telah menggelar rapat, tapi hingga kini yayasan belum menyetor struktur kepanitian pembangunan masjid. Jika panitia belum juga terbentuk, pembangunan lanjutan Masjid Agung akan tertunda,” ungkapnya.

Mantan sekretaris BKD itu menjelaskan, panitia pembangunan diperlukan untuk mendukung kelanjutan pembangunan Masjid Agung Al Muwahidin Bima. Karena, panitia yang akan bertugas mencari kontraktor, yang bisa melanjutkan pekerjaan.

“Tugas panitia pembangunan sangat krusial. Diantaranya menetapkan kebijakan umum pembangunan masjid, mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan semua kegiatan maupun mengkoordinasikan pelaksanaan pembangunan dan bertanggungjawab atas kelancaran seluruh proses pembangunan,” bebernya.

Agar pembangunan masjid cepat dilaksanakan, dalam waktu dekat pemerintah akan kembali berkoordinasi dan komunkasi bersama pihak yayasan. Untuk segera menyiapkan komposisi panitia, agar pelaksanaan pembangunan bisa dimulai.

“Dana Rp 2,5 Miliar telah terparkir, semoga dalam waktu dekat yayasan telah membentuk panitia. Sehingga pekerjaan lanjutan masjid kebanggaan Kota Bima bisa dimulai,” harapnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *