20 SKPD Kota Bima Belum Serahkan SiRUP

Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 20 SKPD lingkup Pemerintah Kota Bima hingga kini belum menyerahkan data Sistem Informasi Rencana Unit Pengadaan (SiRUP). Padahal, data tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu kelancaran pembangunan di Tahun 2017.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dan PBJ Setda Kota Bima, H. Syarifuddin. Foto: Eric

Seharusnya data SiRUP ini paling lambat diserahkan pada Januari awal tahun, tapi karena ada bencana banjir sehingga terlambat diserahkan.

“Kami mengerti akan keterlambatan penyerahkan data SiRUP, tapi kami tetap meminta kepada 20 SKPD terkait yang belum menyerahkan. Untuk segera melaporkan kepada kami agar bisa ditindaklanjuti,” kata Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dan PBJ Setda Kota Bima, H Syarifuddin, Rabu (28/2).

Safruddin menjelaskan, agar data SiRUP itu cepat dirampungkan dalam waktu dekat pihaknya akan kembali bersurat secepatnya kepada 20 SKPD untuk segera menyelesaikan data tersebut sehingga pembangungan di Kota Bima tidak terhambat.

“Setelah semua rampung, maka selanjutnya akan diserahkan kepada LPSE untuk menayangkan tawaran pekerjaan paket proyek kepada perusahaan pelamar,” terangnya.

Paket proyek yang akan tayang pada LPSE kata dia, bersifat paket proyek fisik dan non fisik dengan menggunakan sistem tender maupun penunjukkan langsung. Setelah semua data SiRUP telah diserahkan, maka selanjutnya akan ditayangkan melalui sistem online LPSE untuk menarik perusahaan mengajukan tawaran pekerjaan.

Bila semua tahapan dan proses ini dilalui lanjutnya, maka dapat dipastikan pekerjaan paket proyek dapat terlaksana dengan baik. Sehingga pembangunan di Kota Bima, dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Pekerjaan setiap paket proyek akan menjadi tugas kami mengawasi dan mengontrolnya,” kata Syarifuddin.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *