APBD-P 2017 Dibahas Cepat untuk Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Kota Bima, Kahaba.- Pembahasan APBD Perubahan tahun 2017 dibahas lebih awal. Rencananya, bulan Maret, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mulai menyusun program untuk segera diserahkan ke DPRD Kota Bima dan dibahas.

Wakil Walikota Bima H. Arahman H. Abidin. Foto: Bin

Wakil Walikota Bima H. Arahman H. Abidin menjelaskan, APBD Perubahan 2017 dipercepat karena pemerintah harus cepat menjawab kebutuhan masyarakat pasca banjir. Pemulihan setelah bencana, menjadi program prioritas yang tidak mungkin harus menggunakan standar skala prioritas anggaran sebelumnya.

“APBD yang disusun sebelum bencana dan pasca bencana tentu berbeda. Itu yang harus dipahami bersama. Makanya, pembahasan ini dilakukan lebih awal, untuk segera melaksanakan program pemulihan pasca bencana,” jelasnya, Selasa (7/3).

Ia mencontohkan, tahun ini seseorang memiliki anggaran dan berencana membeli mobil. Kemudian hadir bencana yang menghancurkan rumah miliknya. Setelah bencana tersebut, tidak mungkin orang tersebut harus memaksa untuk membeli mobil.

“Makanya anggaran ini kita sesuaikan dengan kebutuhan anggaran setelah bencana. Begitu juga manajemen pemerintahan ini. Skala prioritas sebelum dan sesudah bencana tentu berbeda,” paparnya.

Sekarang sambung Arahman, pemerintah melihat kembali porsi anggaran. Untuk disesuaikan dengan kebutuhan pasca bencana. Salah satu yang sangat penting yakni, memenuhi lahan untuk relokasi warga pasca bencana. Karena sebelumnya, pemerintah belum menganggarkan dalam APBD, karena tidak tahu bakal ada bencana.

“Inilah yang harus dilakukan sekarang. Menyikapi adanya kebutuhan pasca bencana,” ucapnya.

Dirinya pun berharap, semua bisa memahami kondisi tersebut. Sebab APBD Perubahan yang akan dibahas pada bulan ini semata – mata mempercepat pelaksanaan program untuk kebutuhan rakyat.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *