Pilih Ketua Baru, PPNI Kabupaten Bima Gelar Musda ke-5

Kabupaten Bima, Kahaba.- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di sejumlah daerah di Propinsi NTB, Sabtu (11/3) pagi melaksanakan agenda Musyawarah Daerah (Musda) secara serentak. Salah satunya, DPD PPNI Kabupaten Bima untuk kelima kalinya dengan periode kepengurusan 2016-2021.

Musda PPNI Kabupaten Bima. Foto: Ady

Musda dilaksanakan di GSG Muhammadiyah Bima dan dibuka secara resmi oleh Bupati Bima yang diwakili Asisten I, H Qurban. Dihadiri DPW PPNI Propinsi NTB dan pengurus PPNI Kabupaten Bima. Tema yang diusung dalam Musda yakni “Bersama Bangkit Bangun Profesionalitas”.

Ketua DPD PPNI Kabupaten Bima, Muhammadiyah menjelaskan, Musda merupakan agenda rutin dengan siklus 5 tahun sekali masa kepengurusan. Forum tertinggi dalam organisasi profesi perawat ini bertujuan untuk mengganti atau mereformasi kepengurusan sebelumnya.

“Pelaksanaan Musda juga sekaligus mengevaluasi program pengurus sebelumnya serta menyusun program yang akan dijalankan pengurus selanjutnya,” jelas dia.

Diakuinya, kepengurusan PPNI di bawah kendalinya cukup aktif melaksanakan kegiatan dan program dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Tak hanya kegiatan terkait keperawatan, tapi juga kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Saya mengajak, mari kita jaga stabilitas dan kenyamanan sehingga pelaksanaan Musda berjalan dengan baik,” ajak Muhammadiyah.

Sementara itu, Sekretaris DPW PPNI Provinsi NTB, H Juhat mengaku, tidak hanya Pilkada yang dilaksanakan serentak, tetapi Musda PPNI pun dilaksanakan serentak se-NTB. Termasuk wilayah Kota dan Kabupaten Bima. Karenanya, Pengurus DPW membagi membagi tugas untuk menghadiri pelaksaan semua wilayah.

“Musda sempat terhambat karena peristiwa alam banjir bandang. Harusnya 2016 lalu, tetapi molor ke 2017. Tapi hitungan kepengurusan berikutnya tetap 2016-2021,” akunya.

Agenda Musda kata dia, bukanlah untuk penghakiman pengurus sebelumnya, tetapi memilih ketua dan pengurus baru. Kepada pengurus demisioner, diingatkannya tidak ikhlas melepas kepengurusan karena memang tidak ada jabatan yang abadi. Apalagi, menjadi ketua dan pengurus PPNI tidak digaji.

“Jadi tidak perlu ribut-ribut sampai pertumpahan darah. Harapan kami, semoga terpilih ketua dan pengurus yang amanah sehingga PPNI lebih maju lagi ke depan,” harapnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *