Kinerja Kominfo Kota Bima Masih Kendala Jaringan

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merupakan OPD baru yang memiliki tugas dan fungsi untuk menyusun dan melaksanakan kebijakan urusan pemerintahan daerah di bidang komunikasi dan informatika.

Kabid Pengelolaan Tekhnologi dan Informatika Dinas Kominfo Kota Bima Syarif Hidayatullah. Foto: Bin

Di Kota Bima, saat ini Dinas Kominfo saat ini pun tengah menjalankan sejumlah program pengelolaan informasi dan pemberdayaan komunikasi sosial serta pengembangan kemitraan media dan pelaksanaan diseminasi informasi daerah.

Hany saja, proses perjalannya masih ditemukan sejumlah kendala dan keterbatasan. Seperti server yang dimanfaatkan sekarang masih menggunakan sisa server dari Dinas Perhubungan.

“Servernya ada dua, Astinet dan Metrolink. Websitenya juga masih ada, masing – masing bimakota.go.id serta kominfo.go.id. Kalau dibilang prosesnya lancar, juga tidak, karena terkenda masalah jaringan,” ujar  Kabid Pengelolaan Teknologi dan Informatika Dinas Kominfo Kota Bima Syarif Hidayatullah, Senin (13/3).

Dijelaskannya, masalah jaringan tersebut karena posisi atau locusnya tidak kompatibel. Pihaknya juga sudah koordinasi dengan Telkom dan PLN yang pernah melakukan riset. Ternyata disekitar kantor Kominfo Kota Bima jaringannya sangat lemah.

Kendati demikian, pihaknya akan terus bekerja dengan kondisi yang ada. Saat ini bahkan, Kominfo berencana pengadaan server baru, yang lebih baik. Sehingga Pemerintah Kota Bima menyediakan domain, dan SKPD yang menjadi sub domain.

Syarif mencontohkan, di Surabaya proses program Kominfo bisa berjalan dengan maksimal setelah tiga tahun. Baik itu perangkatnya, jaringan, website, aplikasi dan data, bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Makanya pada APBD Perubahan tahun 2017 kita ajukan server yang lebih layak. Sehingga target mewujudkan Kota Bima sebagai smart city, bisa dilaksanakan kurang dari 3 tahun,” inginnya.

Pria berkacamata itu menambahkan, bicara smart city yakni bicara elektronik pemerintahan. Setelah sejumlah perangkat mendukun, informasi elektronik antara pemerintah dengan pemerintah, informasi elektronik dengan masyarakat, kemudian informasi elektronik dengan developer bisa berjalan dengan maksimal.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *