Penggunaan Bom Ikan di Kolo Menurun Drastis

Kota Bima, Kahaba.- Dua hingga tiga tahun lalu, di sejumlah titik di perairan Kolo Kelurahan Kolo Kota Bima aktivitas pengeboman ikan masih cukup tinggi dilakukan masyarakat. Namun, perlahan kesadaran masyarakat mulai tumbuh dan penggunaan bom ikan menurun drastis.

Anggota DPRD Kota Bima, Jaidin. Foto: Bin

Hal ini diapresiasi Anggota DPRD Kota Bima, Jaidin. Wakil rakyat asal Kolo ini melihat adanya perubahan signifikan pola pikir masyarakat terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan bom ikan.

“Alhamdulillah di Kolo saat ini sudah tidak ada Bom ikan lagi. Aktifitas masyarakat sudah beralih ke bagang, pukat, memancing dan sebagian juga bertani,” kata Jaidin.

Kesadaran masyarakat terbangun kata Anggota Komisi II ini, karena adanya peran pemerintah memberikan bantuan untuk para nelayan. Sehingga nelayan bisa beraktifitas tanpa harus mengancam ekosistem dan kehidupan laut.

Bantuan yang diterima nelayan diakuinya, berupa bagang, mesin ketinting, jaring, pukat dan sampan kecil. Bantuan ini juga dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, sehingga aktifitas bom ikan sudah sangat jarang.

Jaidin mengapresiasi peran serta masyarakat yang ikut mengawasi dan mengotrol bila ada aktifitas pengeboman ikan di perairan Kolo. Pengawasan biasanya di pantai lokasi pariwisata, dan sepanjang pantai Kolo.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *