Rilis Kepala SMPN 6 Jadi Bukti Arogan dan Otoriternya Pimpinan

Kota Bima, Kahaba.- Menurut 8 orang guru SMPN 6 Kota Bima, konferensi pers yang digelar Kepala SMPN 6 Kota Bima, Selasa (14/3) semakin memperjelas sikap otoriter dan arogannya Arif Wahidin memimpin sekolah tersebut.

Ilustrasi

8 orang guru itu masing – masing ID, AS, BA, DA, DL, AD, IR dan IN. Guru – guru yang meminta namanya diinisialkan itu menilai, isi pernyataan Kepala SMPN 6 melalui rilis tersebut sama saja menunjukan ketidakmampuannya menjawab 17  mosi tidak percaya 57 guru setempat.

“Selain tidak mampu menjawab 17 mosi tidak percaya guru-guru. Baru pernah terjadi ada konferensi pers yang tidak mengijinkan wartawan untuk bertanya. Itu sudah cukup membuktikan bahwa sikap kepala sekolah itu arogan,” ujar delapan guru itu kepada kahaba.net, Rabu (15/3).

Kata mereka, sikap kepala sekolah itu menjadi jawaban agar pemerintah baik Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) maupun DPRD Kota Bima, untuk segera bertindak menyelamatkan iklim pendidikan di sekolah tersebut. Karena sikap arogan satu orang dapat merusak cita-cita pendidikan.

“Kami meminta kepada Dikbud dan DPR segera mengambil sikap dan membuat keputusan tegas terhadap polemik ini,” pinta mereka.

Menurut guru-guru setempat, bila hal ini tidak di indahkan. Maka dapat berdampak pada siklus pendidikan yang tidak bagus. Yang sangat dikhawatirkan, jajaran guru akan mogok mengajar.

“Bila ingin masalah ini terang benderang, segera panggil seluruh guru dan kepala sekolah dalam satu ruangan. Agar semua polemik dapat diselesaikan. Sebab bila tidak diindahkan maka akan direncanakan mogok mengajar,” tandasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *