Pemuda Kecamatan Lambu Tolak Rencana Muscam KNPI

Kabupaten Bima, Kahaba.- Rencana DPD KNPI Kabupaten Bima untuk melaksanakan Musyawarah Kecamatan (Muscam) Pengurus Kecamatan (PK) KNPI di Kecamatan Lambu mendapat penolakan dari pemuda setempat.

Ilustrasi

Salah satu Tokoh Pemuda Lambu Jasmin menegaskan, rencana Muscam KNPI di Kecamatan Lambu sarat dengan kepentingan pengurus. Ia menuding, agenda Muscam hanya untuk memuluskan suksesi Musyawarah Daerah (Musda) yang direncanakan awal April mendatang.

“Saya secara tegas menolak agenda Muscam KNPI di Kecamatan Lambu. Kalaupun dipaksakan, mereka akan berhadapan dengan kita para pemuda Lambu,” tegas Jasmin yang juga Eks PK KNPI Lambu ini, kemarin.

Menurut Jasmin, PK KNPI Lambu sudah tidak jelas kepengurusannya karena 6 tahun tidak pernah diurus. Tak hanya itu, kapan dibekukan dan siapa pengurus yang masih tersisa tidak pernah diketahui. Anehnya, tiba-tiba terbentuk karateker yang ditunjuk DPD untuk melaksanakan Muscam.

“Kalau sudah ditunjuk karateker artinya kepengurusan sudah berakhir. Sama halnya tidak ada PK KNPI Lambu. Pertanyaan saya, kemana saja selama 6 tahun, kenapa sekarang baru mau Muscam?,” ujarnya heran.

Jasmin meminta, KNPI tidak terus membodohi para pemuda dan melabrak aturan organisasi. Pasalnya, orang-orang yang masuk dalam unsur karateker sebagian diambil dari orang di luar KNPI sehingga cacat secara aturan.

“Saya melihat agenda KNPI selama ini hanya kegiatan seremonial semata. KNPI seolah menjadi organisasi tahunan dan tiba masa tiba akal saja. Pengurus PK kosong baru gelar Muscam, menjelang Musda baru sibuk,” kritiknya.

Disisi lain, Jasmin juga menilai tidak ada peran dan kiprah KNPI dalam membina para pemuda dan OKP selama dipimpin Ferdiansyah Fajar Islam atau akrab disapa Dae Ade. Bukti nyata terlihat dengan ‘matinya’ PK KNPI Lambu selama 6 tahun dan tidak ada OKP yang hidup.

“Bagaimana pertanggungjawab organisasi dan APBD yang digelontorkan pemerintah daerah kalau begini caranya. Jangan hanya melihat kepentingan Musda, sementara mengabaikan kepentingan organisasi,” sorotnya.

Pimpinan DPD KNPI Kabupaten Bima, Abdullah yang dikonfirmasi mengapreasiasi semua kritikan dan masukan membangun dari semua pihak untuk KNPI. Ia menyadari, KNPI selama ini sangat minim kegiatan dan belum banyak berbuat untuk pemuda.

Abdullah tidak ingin mencari pembenaran terhadap sorotan terkait kiprah KNPI karena memang benar adanya. Untuk itu, pihaknya berkomitmen memperbaiki segala kekurangan tersebut pada kepengurusan berikutnya. Salah satu upaya yang dilakukan itu, yakni mempersiapkan agenda Musda KNPI untuk mengganti kepengurusan.

Sebelum pelaksanaan Musda ini kata pria yang akrab disapa Ebit ini, tentu harus memastikan keberadaan semua PK di 18 kecamatan. Sejauh ini, sebagian besar kecamatan sudah aktif kembali. Tinggal tersisa 4 kecamatan, yakni Woha, Wera, Sape dan Lambu yang belum melaksanakan Muscam.

“Minggu ini memang kita rencanakan pelaksanaan Muscam 4 kecamatan ini selesai. Kalau dibilang untuk kepentingan Musda tidak juga, karena memang amanat organisasi yang harus kita jalankan,” jelas dia.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *