Bupati Lotim Isi Kuliah Umum di STIE Bima

Kota Bima, Kahaba.- Civitas Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima mengikuti kuliah umum yang diisi Bupati Lombok Timur, NTB H. Moch Ali Bin Dachlan. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan bedah buku tentang Ali BD, sapaan akrab Bupati Lotim.

Bupati Lombok Timur, NTB H. Moch Ali Bin Dachlan saat mengisi kuliah umum di STIE Bima. Foto: Dok. STIE Bima

Kegiatan dengan tema “Implementasi Otonomi Menuju Kemandirian Daerah dan Bedah buku Bupati Independent, Sang Pendobrak dan Setengah Layar” digelar di Aula STIE Bima, Jum’at (17/3) disambut baik seluruh civitas akademik kampus biru tersebut.

Ketua STIE Bima Firdaus mengaku, sangat bahagia bisa menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Dia yakin, banyak  hal yang bisa diperoleh dari kegiatan akademis itu.

“Kegiatan seperti ini sangat perlu diadakan, karena dapat menambah pengetahuan kita dalam berbagai hal. Terlebih untuk saya sendiri. Saya juga rindu dengan kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Pria yang juga dipercayakan sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bima ini mengaku sudah lama ia tidak terlibat dalam kegiatan bedah buku.

“Kegiatan ini mengobati kerinduan saya,” katanya.

Sebagai tuan rumah yang baik, Firdaus menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak terkait yang hadir dalam kegiatan tersebut. Tidak lupa juga dia menyampaikan permohonan maaf jika ada kekurangan.

Bedah buku tentang Bupati Lotim. Foto: Dok. STIE Bima

Sementara itu, Bupati Lombok Timur Ali BD dalam paparannya mengaku, telah mengikuti semua proses reformasi bangsa Indonesia. Sebut saja peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru, dari Orde Baru hingga ke Reformasi.

Kata dia, dulu sistim pemerintahan tersentralisasi pada pemerintah pusat. Sementara pemerintah daerah hanya pelaksana tugas dari pemerintah pusat.

“Begitu juga di DPR. DPR bisa memecat kepala daerah,” bebernya.

Otonomi daerah sesungguhnya sambungnya, membawa angin segar bagi daerah. Hal itu bisa diukur bagaimana perkembangan dan kemajuan daerah ketika diberikan kewewenangan untuk bertanggungjawab atas daerah yang dipimpin.

“Saat sistim kita tersentral pada pemerintah pusat, bupati atau walikota hanya menjalankan tugas dari pusat. Sementara otonomi daerah, kepala daerah diberikan tanggungjawab dan wewenang untuk memajukan daerah,” jelasnya.

Bahkan dulu lanjut dia, tanpa harus memiliki visi, siapapun bisa mencalonkan diri menjadi kepala daerah.

“Kalau sekarang, kita harus punya visi. Sehingga kepala daerah bisa menggunakan idenya untuk membangun daerah,” kata Ali BD.

Pada kesempatan itu, Bupati Lotim banyak memberikan petuah kepada para undangan. Tentu saja, kesempatan berhadapan dengan orang nomor satu di Lombok Timur itu tidak disia-siakan mahasiswa STIE Bima.

Saat diberikan kesempatan untuk bertanya, puluhan siswa langsung mengajukan beragam pertanyaan. Karena waktu yang terbatas, hanya beberapa saja yang mendapatkan kesempatan emas itu.

Setelah Ali BD menyampaikan kuliah umum. Kegiatan dilanjutkan dengan bedah buku. Widiyanto, penulis buku Setengah Layar mendapatkan kesempatan pertama memaparkan isi bukunya. Dilanjutkan dengan pemaparan dari Riyanto Rabah, penulis buku Bupati Independen dan Sang Pendobrak. Selain kedua penulis, Cerpenis tersohor, N Marewo juga ikut menjadi pembicara dalam kegiatan bedah buku itu.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *