FKUB Silaturrahmi dengan Penyuluh Agama Islam se-Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima tak hanya melaksanakan kegiatan lintas agama dan etnis, penguatan komunikasi dan pemahaman di internal umat Islam juga kerap dilaksanakan.

Kasi Binmas Islam Kemenag Kota Bima saat silaturrahmi dgn penyuluh agama Kota Bima. Foto: Ady

Seperti agenda silaturrahmai dengan Penyuluh Agama Islam Non PNS se-Kota Bima atau sejumlah 45 orang yang dilaksanakan di Aula Kantor FKUB beberapa hari lalu. pertemuan ini juga mengundang Kepala KUA 5 kecamatan dan dari kalangan umum sebanyak 20 orang.

Sebagai narasumber dalam kegiatan, yakni Ketua Pokjaluh Kemenag Kota Bima, Musthafa Umar, Kasi Binmas Islam Kemenag Kota Bima, Eka Iskandar Z, dan Penulis buku-buku FKUB, Sudirman H Makka.

Dalam pemaparannya, Sudirman H Makka mengatakan, tugas penyuluh agama sangatlah berat, tetapi tanggungjawab moral harus tetap dikedepankan untuk membina moral generasi bangsa.

Sebab kalau mau moral, akidah, akhlak, adab dan kesopanannya generasi hancur, maka efeknya akan melahirkan generasi-generasi munafik. Tentu hal ini akan menambah carut-marut dinamika kehidupan bangsa, khususnya di Kota Bima ini.

“Maka benteng pertahanan kita adalah dakwah. Kunjungan kerja ke masyarakat langsung oleh masing-masing penyuluh di wilayah tugas sangat diharapkan,” paparnya.

Sementara itu, Musthafa Umar mengingatkan, para penyuluh agama harus memasuki seluruh lini kehidupan dakwah masyarakat. Mulai dari majelis taklim, TPQ, forum pengajian hingga membuat gerakan untuk menolak sesuatu yang membahayakan anak bangsa. Seperti arus globalisasi, pengaruh minuman keras.

“Penyuluh harus terjun langsung ke masyarakat. Karena paradigma penyuluh yang semula hanya disatu titik, sekarang sudah tidak bisa. Dimana ada penyakit sosial penyuluh harus hadir,” ingatnya.

Kemudian Kasi Binmas Islam Kemenag yang juga Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar Z menitikberatkan satu hal kepada para penyuluh agama bahwa berdakwah di masyarakat harus hati-hati. Sebab saat ini dinamika cukup sensitif karena mulai diramaikan isu Pilkada Kota Bima.

“Kita hanya memberikan warning agar berhati-hati dalam dakwah jangan sampai menyinggung masalah Pilkada dengan cara kebablasan. Apalagi membawa nama figur tertentu untuk dimunculkan. Kita hanya berharap, pada saatnya nanti kita ingin satu komando, satu kata,” terangnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *