Diminta Warga Jatibaru Jadi Kandidat Walikota, Ini Jawaban Lutfi

Kota Bima, Kahaba.- Kunjungan pribadi Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, H Muhammad Lutfi di Kelurahan Jatibaru, Senin (20/3) pagi disambut antusias ratusan warga. Dalam kunjungan ini, Lutfi menyerahkan bantuan mesin pertanian dan mensosialisasi berbagai program yang diperjuangkannya kepada warga setempat. (Baca. Aji Lutfi Bantu Mesin Pertanian Untuk Gapoktan di Jatibaru)

Aji Lutfi saat bertatap muka dengan warga Jatibaru. Foto: Ady

Yang menarik, disela sesi dialog muncul pernyataan beberapa tokoh masyarakat meminta dan menanyakan kesiapan Aji Lutfi (sapaan akrab Lutfi) untuk tampil menjadi Kandidat Walikota Bima pada Pilkada Kota Bima 2018 mendatang.

Seperti disampaikan Hamzah Husen. Tokoh masyarakat Jatibaru ini meminta Aji Lutfi mewakili kepentingan masyarakat Kecamatan Asakota khususnya Kelurahan Jatibaru di panggung politik Pilkada 2018.

Ketua Gapoktan Nanga Na’e Kapenta ini bahkan secara lantang menanyakan kesiapan semua warga Jatibaru yang hadir dalam pertemuan untuk mendukung pencalonan Aji Lutfi.

“Apakah semua yang hadir ini siap dan sepakat mendukung H Muhammad Lutfi sebagai Calon Walikota Bima?,” tanya Hamzah disambut acungan jempol dan teriakan siap dengan kompak oleh semua warga yang hadir.

Jamaludin, tokoh masyarakat setempat bagaikan gayung bersambut. Pensiunan Kepala Sekolah ini maju ke depan undangan dan menanyakan kesiapan Aji Lutfi untuk maju menjadi Kandidat Walikota Bima.

Aji Lutfi tak bisa mengelak dari permintaan dan desakan warga. Kendati belum mau menyinggung soal suksesi politik tersebut, Ia terpaksa memberikan jawaban singkat dan meyakinkan.

“InsyaAllah kalau masyarakat meminta, mada (saya) bersedia untuk balik kampung halaman. Karena saya tahu kepercayaan itu mahal harganya. Meskipun menjadi kepala daerah itu sangat berat tanggungjawabnya,” kata Aji Lutfi.

Namun, keponakan Mantan Walikota Bima Almarhum HM Nur A Latief ini tak ingin percaya diri berlebihan. Aji Lutfi ingin semua terukur dan rasional dengan menunggu hasil survei dari lembaga kredibel nantinya terhadap semua figur, termasuk dirinya sendiri.

“Apakah mada (saya) layak jadi calon walikota atau tidak tergantung hasil survei. Kalau memang tidak layak, saya tidak bisa memaksakan kehendak. Karena masyarakatlah pada akhirnya yang menentukan,” tuturnya.

*Kahaba-03 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *