Penyampaian LKPJ Bupati Bima Diwarnai Aksi Mahasiswa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jalannya sidang paripurna DPRD Kabupaten Bima dengan agenda panyampaian LKPJ Bupati Bima diwarnai aksi mahasiswa, Rabu (22/3) pagi. Sejumlah mahasiswa berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STKIP Taman Siswa Bima.

Mahasiswa saat unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Bima. Foto: Ady

Dalam aksinya mahasiswa menyoroti adanya dugaan penyimpangan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dikelola semua desa di Kabupaten Bima. Menurut mahasiswa, pengelolaan ADD banyak yang tidak tepat sasaran dan dimanfaatkan para oknum Kepala Desa.

Mahasiswa yang dikoordinir Zufikat ini meminta Bupati Bima segera mengaudit penggunaan semua ADD Tahun 2016 di Kabupaten Bima dengan melibatkan Inspektorat, BPKP dan lembaga audit lainnya.

Aksi yang berlangsung di bagian selatan pintu masuk Kantor DPRD Kabupaten Bima itu sempat memanas saat mahasiswa memaksa untuk bertemu dengan Bupati Bima dan pejabat DPMDes. Namun, upaya itu tidak berhasil karena ketatnya pengamanan Pol PP dan aparat Kepolisian.

Mahasiswa berulang kali berteriak meminta Bupati Bima, perwakilan DPMDes maupun Anggota DPRD Kabupaten Bima untuk keluar menemui mereka. Tapi tak satupun yang keluar. Sebab disaat bersamaan Bupati Bima sedang membacakan LKPJ dihadapan Anggota Dewan.

Selain itu, hampir semua pejabat Pemerintah Kabupaten Bima juga terlihat hadir dalam sidang paripurna sehingga permintaan mahasiswa tak ada yang merespon hingga usai sidang.

Aksi mahasiswa baru mereda setelah Kapolres Bima, AKBP M Eka Fathurrahman yang kebetulan menghadiri paripurna keluar menemui mereka. Kapolres menghargai penyampaian aspirasi mahasiswa, tapi Ia meminta tetap dilakukan dengan cara yang santun dan beretika.

“Saya siap mengawal dan menfasilitasi keinginan mahasiswa, tapi tolong sampaikan aspirasi dengan cara yang baik sehingga tidak mengganggu kertetiban umum,” kata Kapolres.

Kendati lokasi aksi mahasiswa bukan wilayah tugasnya, Kapolres merasa punya tanggungjawab moral untuk mengawal karena para mahasiswa berasal dari Kabupaten Bima.

Setelah ditemui Kapolres dan dijanjikan untuk difasilitasi bertemu dengan perwakilan Pemerintah Kabupaten Bima, aksi mahasiswa perlahan mereda dan menerima tawaran Kapolres.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *