Soal MTQ Tanjung Tanpa Panggung, Begini Penjelasan Panitia

Kota Bima, Kahaba.- Sekretaris Panitia MTQ Kelurahan Tanjung, M Yunus Jami memberikan penjelasan terkait sejumlah persoalan mengenai pelaksanaan MTQ. Seperti soal tidak adanya panggung dan sound sistem di hari pertama dimulainya mata lomba. (Baca. MTQ Tanjung Tanpa Panggung dan Sound Sistem, Warga Kecewa)

Kondisi arena MTQ di Kelurahan Tanjung. Tanpa panggung dan sound sistem. Foto: Ady

Saat dikonfirmasi media ini, M Yunus membenarkan panitia memang tidak membangun panggung MTQ. Bagian depan arena MTQ hanya ditutupi dengan spanduk panjang.

Ia beralasan, anggaran yang dialokasikan Pemerintah Kota Bima memang cukup besar, tetapi semua item kegiatan sudah dibatasi penggunaannya dengan pencantuman besar biaya hingga kode rekening.

Diantaranya, seperti untuk biaya pembuatan panggung telah dipatok Rp1,5 juta, sewa tenda Rp450 ribu, sewa generator Rp225 ribu, sewa meja-kursi Rp150 ribu, belanja cetak Rp100 ribu, belanja alat tulis kantor Rp500 ribu dan hadiah Rp10 juta lebih.

“Sementara untuk membuat panggung tak cukup Rp1,5 juta, apalagi kalau ingin membuat megah. Begitu pula sewa tenda kita pakai selama 4 hari tak cukup Rp450 ribu karena sewanya Rp750 ribu,” jelas M Yunus.

Adanya item rincian anggaran, penggunaan hingga kode rekening ini menurutnya, menyulitkan panitia. Lantaran tak ingin menyimpang dari petunjuk Pemerintah Kota Bima tersebut pihaknya pun tak bisa berbuat banyak untuk menyiapkan kegiatan MTQ seperti tahun sebelumnya.

Kendala ini diakuinya, telah dijelaskan panitia kepada masyarakat. Memang tak dipungkirinya anggaran MTQ Rp30 juta per kelurahan, tetapi lebih besar untuk hadiah.

Sementara terkait tidak adanya sound sistem yang menyebabkan molornya kegiatan sejak Rabu pagi, M Yunus beralasan karena kendala tehnis. Usai pembukaan kemarin malam, sound sistem dibawa pulang pemiliknya dan disewakan untuk kepentingan lainnya.

“Tapi sekarang sond sistemnya sudah dipasang kembali hingga selesai acara nanti,” tandas dia.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Abu maulana

    Peluang utk kita yg mengaku Islam membesarkan syiar Islam… harta itu halalnya dihisab haramnya di azab..? Ya Allah berilah kami taufiq agar kami menjadi golongan org yg selamat dunia akhirat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *