Akbid Harapan Bunda Bima Dinilai Lampetekes

Kota Bima, Kahaba.- Kampus Akademi Kebidanan (Akbid) Harapan Bunda Bima mendapat kunjungan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (Lampetekes) Jakarta. Kunjungan tersebut sekaligus meninjau dan menilai sejauh mana pelaksanaan program kegiatan kampus.

Direktur Akbid Harapan Bunda Bima Maya Febrianti. Foto: Eric

Direktur Akbid Harapan Bunda Bima Maya Febrianti mengakui, kedatangan tim evaluasi pusat setiap lima tahun sekali itu untuk melihat laporan pelaksanaan kegiatan kampus. Untuk diperiksa, di evaluasi, selanjutnya akan diberikan hasilnya kepada kampus setempat. Tentu penilaiannya disesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah.

“Tim akreditasi datang sekali dalam lima tahun, untuk melihat dan meninjau secara langsung proses pelaksanaan program kegiatan kampus,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Kamis (23/3).

Menurut Maya, kehadiran Lampetekes sangat dinanti. Kedatangannya membawa angin segar bagi lembaga. Sebab, kinerja maksimal jajaran kampus dalam lima tahun terakhir, dapat berbuah peningkatan status akreditasi.

“Saat ini status akreditasi masih C, mudah-mudahan hasil pemeriksaan Lampetekes bisa mengalami peningkatan status di tahun ini menjadi B,” harapnya.

Maya menjelaskan, adapun dokumen yang akan diperiksa kemudian akan dievaluasi Lampetekes seperti program studi pembelajaran, SDA, SDM, sarana dan prasarana, manajemen serta sistem pengelolaan kampus.

Diakuinya, berdasarkan jadwal tim akreditasi datang pada Januari 2017. Karena bencana banjir yang menyebabkan seluruh dokumen sarana dan prasarana rusak, akhirnya ditunda.

“Makanya bulan ini tim berkesempatn hadir untuk menilai,” tuturnya.

Ditambahkan Maya, hasil penilaian akreditasi akan dibawa ke pusat itu akan diperiksa kembali. Hasilnya akan diketahui setelah dikabarkan oleh Lampetekes dan diumumkan via online, di seluruh kampus di Indonesia.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *