Ditentang Jamaah Masjid Istiqomah, MTQ Penatoi Tetap Berjalan

Kota Bima, Kahaba.- Rencana pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kelurahan Penatoi ditentang sejumlah jamaah Masjid Istiqomah. Protes jamaah masjid terkait dengan perbedaan pemahaman keagamaan yang terdapat dalam beberapa item kegiatan MTQ.

Lokasi MTQ Penatoi di pelataran Masjid Istiqomah. Foto: Ady

Senin (27/3) malam, alasan keberatan itu disampaikan para jamaah kepada Lurah Penatoi usai sholat Isya berjamaan di Masjid Istiqomah. Setelah ada kesepatan dengan pengurus masjid, pelaksanaan MTQ dipastikan tetap berlanjut.

Lurah Penatoi, H Abdul Malik yang dikonfirmasi media ini mengakui, sejumlah jamaah masjid setempat mengingikan beberapa item dalam kegiatan MTQ ditiadakan. Seperti nyanyian, musik, kasidah hingga Mars MTQ.

“Menurut pemahaman mereka, nyanyian, kasidah dan berbau nyanyian hukum haram dalam Islam dan tidak boleh dilaksanakan,” kata Lurah ditemui di Halaman Masjid Istiqomah.

Setelah duduk bersama dengan pengurus masjid terang Lurah, keinginan jamaah untuk meniadakan beberapa item kegiatan MTQ itu disepakati. Kendati masih ada sebagian jamaah lainnya yang tetap menentang pelaksanaan MTQ karena mengambil lokasi di pelataran Masjid Istiqomah.

Lurah mengaku, terkait persiapan pelaksanaan MTQ pihaknya sudah rapat koordinasi sebanyak tiga kali melibatkan panitia dan Pengurus Masjid Istiqomah. Hanya saja, semuanya tidak ada yang hadir setelah diudang. Alasannya kenapa, Ia sendiri tidak tahu.

“Malam ini hanya mis komunikasi antara pengurus masjid dan jamaah. Karena tidak menginformasikan kepada seluruh masjid soal penggunaan tempat. Pemahaman jamaah kita menggunakan di bawah ini (baca ; halaman masjid),” terangnya.

Namun, Ia dan panitia tetap berpatokan pada kesepakatan dengan pengurus masjid. MTQ tetap dilaksanakan di pelataran masjid dengan meniadakan nyanyian, musik, kasidah dan Mars MTQ.

“Sudah kami sampaikan kembali walaupun masih ada yang belum terima. Apa yang menjadi keputusan pengurus masjid itu yang kami terima,” ujarnya.

Abdul Malik menambahkan, rencananya MTQ akan dibuka pada Selasa (28/3) sore. Segala persiapan saat ini masih dilakukan. Seperti setingan panggung, tenda dan lokasi MTQ.

“Mudah-mudahan dengan MTQ ini apa yang menjadi program pemerintah ‘Magrib Mengaji Kota Bima Berzakat’ bisa diaplikasikan,” harapnya.

*Kahaba-03 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Hendra Kusuma

    Jangan kita saling menyalahkan, apalagi merasa diri paling benar.Islam dan syiarnya tidaklah sesempit apa yg kita pahami hanya berdasarkan hadist dan Qur’an ( sejatix hy Allah yg mampu mengetahui segalanya tentang kandungan dan makna sesungguhnya dari hadist & Qur’an ). Yang ingin saya katakan adalah ….
    Mengapa Sunan Kalijaga melakukan syiar Islam di tanah Jawa menggunakan media Gamelan dan Wayang ?! Itu kan tak pernah ada hadistnya! (Itu baru 1 contoh ).
    Mikiiiiiiirrrr…………!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *