Penggalian Drainase, Pemkot Bima Dituding Takut dengan Pemilik Toko

Kota Bima, Kahaba.- Penggalian drainase di jalan Sultan Kaharuddin Kota Bima mendapat sorotan dari warga Kelurahan Dara. Pasalnya, penggalian tersebut hanya terhenti di ujung utara MTsN Kota Bima (Padolo). Sementara didepan sejumlah pertokoan milik non pribumi, malah tidak digali. (Baca. Warga Dara Hentikan Paksa Pekerjaan Drainase

Warga Dara saat hentikan pekerjaan drainase di jalan Sultan Kaharuddin. Foto: Bin

Praktis, warga menilai drainase tersebut percuma dibuat. Karena penggaliannya terhenti tepat didepan sejumlah pertokoan tersebut. Padahal, air harus mengalir dan terbuang di sungai jembatan Padolo I.

“Kenapa didepan toko – toko sebelah ini tidak digali. Kenapa penggaliannya terhenti di ujung sekolah MTsN. Percuma dong drainase digali dan tidak diteruskan ke sungai. Kalau banjir lagi gimana,” tanya Herman salah seorang warga Dara kepada pelaksana proyek yang saat itu hanya terdiam.

Menurut Herman, drainase jika tidak dilanjutkan ke sungai sama halnya menciptakan persoalan baru. Jika banjir kembali terjadi, air akan meluap di ujung drainase. Sementara ujung drainase yang dikerjakan sekarang tidak terlalu jauh dari sungai jembatan Padolo I.

“Nanti kalau banjir lagi warga Dara yang harus menanggung akibatnya. Banjir di kelurahan kami tidak bisa keluar. Bukan orang – orang pemilik toko ini yang susah, kami warga yang susah,” kesalnya.

Melihat pekerjaan drainase terhenti didepan pemilik toko non pribumi tersebut, Herman menuding Pemerintah Kota Bima tidak berani dengan pemilik toko.

“Ini kan kelihatan sekali pemerintah tidak berani dengan pemilik toko. Digali saja dan teruskan pekerjaan drainase ini hingga ke sungai, biar air mengalir lancar. Tidak terhenti di ujung MTsN ini,” pintanya.

Karena menilai pekerjaan drainase tidak menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat Kota Bma khususnya Dara saat ini, pihaknya pun menghentikan pekerjaan tersebut.

“Kami menghentikan pekerjaan ini. Proyek ini jelas menimbulkan persoalan baru,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU dan para Kepala Bidang yang berusaha ditemui di kantornya, tidak berada di tempat. Di hubungi via Hanphone, tidak ada tanggapan.

Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Syahrial Nuryadin yang dikonfirmasi mengaku akan berkoordinasi lebih dulu dengan dinas teknis dan melaporkannya kepada Sekda dan Walikota Bima.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *