DPRD Nilai Gundulnya Hutan Jadi Penyebab Banjir

Kabupaten Bima, Kahaba.- Musibah banjir bandang yang turut menerjang 7 kecamatan di Kabupaten Bima ditengarai disebabkan gundulnya hutan di sejumlah wilayah. Kondisi hutan saat ini dinilai sangat memprihatinkan. Kasus pembalakan hutan secara liar (Illegal Logging) masih marak terjadi.

Anggota DRPD Kabupaten Bima, M. Yasin. Foto: Ady

Demikian disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Bima, M Yasin kepada Kahaba.net, Rabu (29/3) pagi.

Menurut Duta Partai Gerindra ini, kondisi hutan di beberapa wilayah di Kabupaten Bima sangat memprihatinkan. Terutama hutan di Kabupaten Bima bagian selatan seperti Parado. Indikasi maraknya illegal logging menyebabkan hutan tidak berfungsi dengan baik.

Begitu juga wilayah lain seperti di Donggo dan Wawo kata dia, kondisi hutannya hampir sama. Karena itu, Ia meminta kasus illegal logging harus disikapi dengan serius oleh pemerintah agar dampak kerusakan hutan tidak dirasakan masyarakat luas.

“Saya memang tidak pernah melihat langsung, tapi banyak laporan dari masyarakat saat turun. Ini harus disikapi serius dan perlu adanya pengawasan ketat dari pihak terkait terhadap hutan,” tuturnya.

Yasin berpendapat, sebagai langkah antisipasi untuk mencegah tidak terjadinya banjir salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah mengembalikan fungsi hutan melalui program reboisasi.

Pemerintah lanjut dia, harus hadir dalam upaya revitalisasi hutan dengan program reboisasi. Bukan saja hutan tutupan, tetapi juga ladang garapan masyarakat perlu ada terobosan baru agar tumbuhan sebagai pelindung tetap ditanam.

Normalisasi sungai juga menurutnya, harus dilakukan karena itu penting. Sebab saat ini, daya tampung sungai tidak memungkinkan bila melihat intensitas curah hujan yang tinggi. Hal ini diakibatkan proses pendangkalan sungai sehingga banjir meluap. Begitu pula pembangunan tanggul dan bronjonisasi sangat diperlukan.

Disisi lain, Yasin mengapresiasi respon cepat Bupati dan Wakil Bupati Bima terhadap musibah banjir yang terjadi dengan turun langsung melihat kondisi masyarakat.

“Tentu kita juga berharap upaya penanganan pasca banjir juga harus dimaksimalkan untuk membantu warga korban banjir,” ujarnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *