Dialog Drainase Gagal, Warga Dara Merasa Dikhianati

Kota Bima, Kahaba.- Rencana dialog antara warga, Dinas PU, BPBD Kota Bima dan Kontraktor membahas soal drainase di Jalan Sultan Muhammad Salahuddin Kota Bima gagal terlaksana. Pertemuan yang sedianya digelar di Kantor Lurah Dara, Kamis (30/3) gagal karena pihak-pihak yang mengonfirmasi kehadiran, justru tidak hadir. (Baca. Warga Dara Hentikan Paksa Pekerjaan Drainase)

Warga Dara menunggu dialog soal drainase di kantor Lurah Dara. Foto: Bin

Puluhan warga Dara yang sudah hadir sejak pukul 09.00 Wita di kantor lurah terlihat kecewa. Padahal saat warga menghentikan pekerjaan drainase tersebut, jajaran dinas terkait dan kontraktor sudah menyatakan kesediaan hadir.  (Baca. Penggalian Drainase, Pemkot Bima Dituding Takut dengan Pemilik Toko)

“Kami kecewa, kami juga merasa dikhianati. Padahal janji pukul 10.00 Wita pertemuan, tapi hingga pukul 12.00 Wita tidak terlihat hadir,” kesal warga Dara, Herman.

Menurut Herman, pertemuan gagal terlaksana karena Kepala Dinas PU, Kepala BPBD serta kontraktor sudah janji mau dialog di Kantor Lurah Dara hari ini.

“Faktanya sekarang mereka tidak menunjukan batang hidungnya. Kemarin sudah ketemu, mereka mau dialog,” sesalnya.

Kendati dialog gagal sambung Herman, mewakili warga Dara pihaknya tetap pada tuntutan awal. Tetap akan menghentikan proyek drainase jika penggalian tidak diteruskan ke sungai jembatan Padolo I.

“Kalau kiri kanan jalan drainase tidak diteruskan ke sungai Padolo, kami tetap menolak dan menghentikan pekerjaan drainase ini,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Dara Bukhari mengatakan, pihaknya berharap dua kepala dinas dan kontraktor bisa hadir untuk berdialog dengan warga. Menyampaikan penjelasan, agar warga bisa memahami tentang pekerjaan tersebut.

“Kita hanyaa fasilitasi pertemuan ini. Kita ingin masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Makanya penting kehadiran dua dinas dan kontraktor untuk memberikan penjelasan secara teknis,” tuturnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *