Proyek Drainase Minim Dana, Warga Dara Galang Sejuta Koin 

Kota Bima, Kahaba.- Setelah mendengar pengakuan pemerintah soal minimnya anggaran pekerjaan drainase di jalan Sultan Muhammad Kaharuddin, warga Dara berinisiatif menggalang Rp 1 Juta koin untuk drainase. (Baca. Warga Dara Hentikan Paksa Pekerjaan Drainase)

Kardus penggalangan Rp 1 juta koin untuk drainase. Foto: Bin

Rencananya, koin yang terkumpul itu akan diserahkan ke Pemerintah Kota Bima. Untuk melanjutkan pekerjaan drainase di jalan negara itu, hingga ke sungai jembatan Padolo I. (Baca. Penggalian Drainase, Pemkot Bima Dituding Takut dengan Pemilik Toko)

“Pemerintah ngaku tidak punya anggaran, makanya drainase tidak dilanjutkan ke sungai Padolo I. Kita yang merasa peduli, menggalang Rp 1 juta koin, agar pekerjaan drainase di jalan itu bisa diilanjutkan ke sungai,” jelas Herman, warga Dara Kamis (30/3).

Menurutnya, penggalangan koin itu sebagai bentuk kepedulian  warga agar pekerjaan drainase bisa diselesaikan ke sungai. Karena jika tidak dilanjutkan, maka tidak menyelesaikan masalah banjir yang menimpa Kelurahan Dara setiap hujan lebat hadir.

“Kalau drainase tidak diteruskan ke sungai, banjir di kelurahan kami tidak keluar. Kami yang menderita,” tegasnya.

Diakui Herman, koin yang terkumpul sudah banyak. Saat jalan dibeberapa rumah warga dan terminal Dara, warga antusias bahkan ada yang ingin menyumbangkan uang kertas. Hanya saja pihaknya menolak, karena penggalangan dana ini hanya untuk koin.

Ia menambahkan, rencananya setelah koin terkumpul, koin itu akan diserahkan ke pemerintah agar bisa dimanfaatkan untuk kelanjutan pekerjaan drainase.

Sementara itu, saat tiba di kantor Pemkot Bima, penyerahan koin diterima oleh Sekda Kota Bima, Muhtar Landa. Kata Muhtar, penerimaan serah koin itu akan disampaikan ke Walikota Bima.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *